Pabrik Baterai Litium Indonesia–China Ditargetkan Beroperasi Tahun 2026

Jogjakeren.com – Pemerintah Indonesia memastikan bahwa pembangunan pabrik baterai litium Indonesia–China akan selesai dan siap beroperasi pada akhir tahun 2026. Proyek ini merupakan hasil kerja sama antara Indonesia Battery Corporation (IBC) dan perusahaan baterai raksasa asal Tiongkok, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL).

Pabrik yang dibangun di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah, ini nantinya akan memiliki kapasitas produksi awal sebesar 6,9 gigawatt-hour (GWh). Produksi tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) nasional, yang ditargetkan mencapai 600.000 unit per tahun pada 2030.

Menurut keterangan resmi dari Kementerian Investasi, proyek ini akan membuka ribuan lapangan kerja baru dan mendorong pengembangan teknologi baterai di dalam negeri. Tak hanya itu, Indonesia juga akan memperkuat posisinya sebagai pusat industri kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

Read More

Kerja sama ini mencerminkan kepercayaan investor asing terhadap stabilitas dan potensi pertumbuhan sektor industri hijau Indonesia. Selain baterai kendaraan, fasilitas ini juga akan mendukung pengolahan bahan mentah seperti nikel yang menjadi bahan utama baterai litium.

Dengan berdirinya pabrik baterai litium Indonesia–China, Indonesia diharapkan mampu menjadi pemain utama dalam rantai pasok global kendaraan listrik serta mempercepat transisi energi bersih di dalam negeri.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *