Sleman, Jogjakeren.com – Remaja Masjid Baiturroyyan Sambirejo mengadakan bersih lingkungan masjid dan sekitar serta memanfaatkan barang bekas (Barkas) pada Minggu (19/5/2024).
Kegiatan dimulai pukul 09.00 dimana remaja masjid kumpul di halaman parkir, diawali briefing dari kepengurusan remaja masjid oleh Faqih Afinuddin dan pembagian tugas sebagai materinya. Remaja putra bertugas mengambil barkas ke rumah-rumah jamaah Masjid Baiturroyyan yang sudah mengabari sebelumnya bahwa barkas sudah siap diambil. Kemudian bagi remaja putri membersihkan masjid serta lingkungan sekitar seperti jalan yang sering dilalui jemaah masjid.
Afinuddin menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan bulanan yang akan terus digalakkan agar selalu tercipta kondisi masjid yang nyaman digunakan untuk beribadah serta lingkungan yang bersih dan nyaman untuk ditinggali. Selain dari itu kegiatan ini bisa untuk menambahkan rasa kekompakan kerukunan antar remaja.
“Selain warga asli condongcatur ada juga beberapa pendatang dari luar kota yang datang ke jogja untuk kuliah dan bergabung pada remaja masjid kami. Dengan kegiatan ini harapannya bisa mengenalkan dan semakin mengakrabkan antara remaja/muda-mudi yang lama maupun yang baru baik laki-laki ataupun perempuan,” kata Afinuddin.
“Tujuan barkas yaitu memanfaatkan barang yang sudah tidak digunakan akan tetapi masih bernilai rupiah, kami kumpulkan dari jamaah masjid lalu kami jual dan hasil penjualannya digunakan untuk menambah kas masjid juga untuk lotisan bersama,” imbuhnya.

Ketua PAC LDII Condongcatur H. Dalino sekaligus pembina Remaja Masjid Baiturroyyan menyampaikan rasa senang dan bangganya atas kesemangatan yang dimiliki oleh generasi LDII di dalam melaksanakan kegiatan peduli sampah. “Sampah merupakan problem kita bersama yang harus kita kelola secara benar, sebab membiarkan sampah akan menjadikan lingkungan kotor dan tidak nyaman bahkan bisa menjadikan sumber penyakit di masyarakat, namun kalau dikelola dengan baik dan benar maka sampah akan menjadikan berkah bagi kehidupan manusia bahkan memiliki nilai jual yang tinggi,” tuturnya.
Dalino berharap kegiatan seperti ini perlu dilaksanakan secara rutin, agar generasi LDII punya kepekaan terhadap kebersihan lingkungan sehingga berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Disamping itu bisa untuk menjalin silaturrahim antar muda mudi serta bisa untuk mewujudkan sebagian dari program 6 thobi’at luhur LDII yaitu rukun, kompak kerjasama yang baik.
“Ternyata program peduli sampah ini tidak hanya terealisasi di Baiturroyyan Sambirejo saja, namun juga bisa terealisasikan di Masjid Al-Anhar Krangkungan, Al-Muflihun Manukan, Nurul Hikmah Sawitsari, Baitul Birri Ngropoh, Al-Barokah Pringwulung, serta Baitul Hadi Kayen kesemuanya merupakan masjid naungan LDII Kalurahan Condongcatur,” pungkasnya.





