PERSINAS ASAD Sleman Perdana Gelar Festival Pasanggiri Putri 

Festival Pasanggiri
PERSINAS ASAD Kabupaten Sleman menggelar festival pasanggiri putri di padepokan Persinas ASAD Klaci, Sleman, Minggu (25/12/2022)

Jogjakeren.com – Perguruan Silat Nasional (PERSINAS) Aman Selamat Ampuh Damai (ASAD) Sleman baru saja menggelar festival pasanggiri putri di Padepokan PERSINAS ASAD Klaci, Margoluwih, Seyegan, Sleman, Yogyakarta, Minggu (25/12/2022). Kegiatan yang diikuti lima kontingen tersebut dibuka oleh Sekretaris Provinsi PERSINAS ASAD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Drs. H. Suharno.

Mengangkat tema “Dengan Bela Diri Wanita Bisa Menjaga Diri, Keselamatan, dan Kehormatannya” festival pasanggiri putri berhasil membuat antusias para peserta dan penonton pecah ramai dengan sorak sorai. Ditambah, agenda pasanggiri putri menjadi kegiatan perdana yang diluncurkan di bawah perguruan pencak silat PERSINAS ASAD Kabupaten Sleman.

Festival Pasanggiri
Sekretaris Provinsi PERSINAS ASAD Sleman Drs. H. Suharno (kiri) membuka secara resmi kegiatan festival pasanggiri putri.

“Dengan adanya pasanggiri menjadi motivasi bagi para pesilat untuk semangat berlatih. Jadi ketika ada informasi kapan ada pasanggiri mereka antusias untuk berlatih,” ungkap H. Suharno.

Read More

Dewasa ini, kejahatan dapat dijumpai dari berbagai kalangan. Selain menjadi olahraga, latihan seni bela diri dapat menjadi bekal pribadi khususnya dalam hal keamanan. Mengingat bahwa kejahatan sekarang ini tidak hanya melalui teknologi digital, namun masih dijumpai kejahatan fisik yang merugikan orang lain. Agung Prasetyo Eling selaku Koordinator PERSINAS ASAD Sleman mengungkapkan bahwa setidaknya event pasanggiri putri ini bisa berkomitmen lanjut dan terus berjenjang.

“Kami mendidik terutama generasi penerus untuk mempunyai bela diri. Bisa menjaga diri sendiri dari kondisi zaman sekarang ini,” imbuh Agung.

Juara umum festival pasanggiri putri diperoleh kontingen Mlati yang berhasil menyumbangkan emas terbanyak pada kategori yang telah ditentukan. Namun, letak urgensi pelaksanaan pasanggiri putri ini bukan pada kemenangan kontingen, akan tetapi proses untuk tampil di ajang pasanggiri. Karena hal itu dapat diwujudkan dengan semangat giat berlatih menuju kompetisi.

Kemudian proses itu nantinya diadaptasi, dengan harapan bahwa perempuan juga memiliki bekal keamanan, minimal dalam menjaga keselamatan dirinya. “Dengan kami latihan bela diri, wanita bisa menjaga diri keselamatan dan kehormatannya,” jelas Widyaningsih, S.Pd.SD. selaku ketua panitia festival pasanggiri putri.

Widyaningsih juga berharap kepada para peserta untuk mempersiapkan jauh-jauh hari dalam ajang kompetisi ini. Sebagaimana pepatah mengatakan proses tidak akan menghianati hasil. Hal tersebut juga sejalan dengan H. Suharno melalui sambutannya bahwa juara dalam kompetisi pasanggiri bukan tujuan utama. “Ketika kita sudah berproses baik dengan latihan rutin, juara itu akan mengikuti,” pungkas Suharno.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *