Pesilat Cilik PERSINAS ASAD Tampil di Merti Dusun Padukuhan Kembaran

Pesilat PERSINAS ASAD
Pesilat cilik PERSINAS ASAD tampil di peringatan Merti Dusun Padukuhan Kembaran pada Sabtu (2/12/2023).

Bantul, jogjakeren.com – Warga masyarakat Padukuhan Kembaran menyelenggarakan kegiatan adat tradisi Merti Dusun Tahun 2023. Acara dipusatkan di Padepokan Seni Tari dan Budaya Bagong Kussudiharjo, Kembaran, Sabtu (2/12/2023) malam.

Hadir pada peringatan merti dusun, Lurah Tamantirto Wisnuardi, Babinsa, Babhinkamtibmas, Dukuh Kembaran, tokoh masyarakat, dan semua Ketua RT se-Padukuhan Kembaran.

Pada kesempatan itu, Perguruan Silat Nasional (PERSINAS) ASAD dari santri TPA Masjid Al Ikhsan Kembaran RT 02 tampil memeriahkan acara. Delapan pesilat cilik menampilkan kembangan jurus pencak silat PERSINAS ASAD.

Read More

Achsanu Wikan Sejati, pelatih yang mendampingi mengatakan, PERSINAS ASAD telah bergabung dengan organisasi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) secara legal sejak 30 April 1993 dengan tujuan melestarikan budaya dalam bentuk seni bela diri. Jurus dalam PERSINAS ASAD mengadopsi dari 9 aliran bela diri di Indonesia, di antaranya cimande, kunto, cikaret, singa mogok, nagan, cikalong, garuda mas, syahbandar, sabeni, dan tangkap menangkap.

“Latihan pencak silat ini berbasis masjid, pondok pesantren, dan sekolahan. Dengan mengedepankan akhlakul karimah serta nilai-nilai luhur kebangsaan dan keagamaan, alhamdulillah PERSINAS ASAD telah menjuarai berbagai macam kejuaraan mulai tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional. Semua itu tentu tidak terlepas dari latihan yang tekun, konsisten, diimbangi dengan ketaatan ibadah, dan doa yang kuat,” jelasnya.

Pesilat PERSINAS ASAD
Delapan pesilat cilik yang tampil pada acara Merti Dusun Padukuhan Kembaran.

Achsanu menambahkan, pada hormat perguruan saat mengepalkan tangan mengandung arti lima sebagai simbol Pancasila yang selalu digenggam erat dalam hati sanubari dengan niat karena Allah sampai mati. Perlu diingat, bahwa silat diambil dari kata silaturrahim yang artinya menjalin tali persaudaraan.

“Sehingga belajar pencak silat bukan untuk mencari lawan, bukan untuk menang-menangan, namun sebagai ajang silaturrahim, belajar mengendalikan diri, emosi, dan amarah. Sehingga bisa terwujud suasana yang aman, sehat, ampuh, dan damai,” imbuh Achsanu.

Latihan pencak silat tersebut rutin dilaksanakan dengan peserta anak usia Paud/TK hingga Sekolah Dasar (SD). “Setiap hari Rabu untuk usia Paud/TK yang dilaksanakan di halaman sekolah KB-TK Alkarima dan setiap hari Jumat untuk usia SD ditambah hari Sabtu setiap dua minggu sekali,” ujarnya yang juga aktif sebagai wasit juri IPSI.

PERSINAS ASAD membuka kesempatan kepada siapa saja yang ingin belajar pencak silat. “Untuk bergabung latihan gratis, bonus prestasi,” katanya. Ia pun berharap pesilat PERSINAS ASAD dari para santri TPA Masjid Al Ikhsan yang ia latih dapat menjadi pesilat yang berprestasi dan berkarakter luhur serta mengharumkan nama bangsa.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment