PMM Sleman Ciptakan Generus Sukses Dunia Akhirat

Generus
Pengajian Muda-Mudi (PMM) diikuti remaja LDII Sleman di Masjid Mulyo Abadi, Mulungan, Sleman, Minggu (20/11/2022).

Jogjakeren.com – Problematika di kalangan remaja kini sudah tak asing lagi di telinga masyarakat. Berbagai masalah dari hal sepele hingga masalah yang berat dapat mempengaruhi perkembangan remaja tersebut.

Peran orang tua dalam hal ini sangat penting untuk pendidikan karakter remaja. Urgensi tersebut, sebagai bekal dasar hidup dalam pengambilan keputusan untuk masa depannya. Selain peran orang tua, usia remaja perlu mendapatkan motivasi secara eksternal untuk meningkatkan daya juang mencapai cita-cita di dunia dan akhiratnya.

Menanggapi hal itu, DPD LDII Sleman melalui program Penggerak Pembina Generus (PPG) Insan Mulia berinisiatif menggelar kegiatan Pengajian Muda-Mudi (PMM) dalam rangka membekali remaja supaya semangat berjuang untuk akhiratnya. Kegiatan ini diselenggarakan di Masjid Mulyo Abadi, Mulungan, Mlati, Kabupaten Sleman pada Minggu (20/11/2022). Acara tersebut diikuti oleh para remaja jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga usia sebelum menikah.

Read More

“Kegiatan ini, untuk mengobati rasa rindu dengan vibes suasana acara offline yang dilakukan bersama-sama,” ungkap Afif Akbar Al Kautsar selaku ketua penyelenggara.

Afif atau kerap disapa Afka menyampaikan bahwa tema “Semangat Juang Fii Sabilillah” sengaja dipilih dan disesuaikan dengan kondisi perkembangan zaman sekarang, terlebih di kalangan remaja. Hal tersebut juga bertujuan untuk membentengi para generus supaya tidak terpengaruh dari rusaknya pergaulan di luar sana.

Seiring pembinaan tersebut berjalan, diharapkan perspektif generus terhadap urgensi kepentingan akhirat daripada urusan dunia lebih intensif dan terbuka. “Harapannya para generus mempunyai semangat juang lebih tinggi. Semangat amal shaleh perjuangan fii sabilillah,” terang Afka.

Melalui kegiatan positif ini para remaja bisa semangat dalam berjuang terlebih dalam lingkup fii sabilillah (akhiratnya). H. Sugiyarta, S.H., M.M. selaku dewan penasihat menyampaikan bahwa dewasa ini, banyak generus yang kurang semangat dalam menggapai akhiratnya.

“Kenapa banyak generus yang kurang semangat fii sabilillah? Hal itu karena kurangnya esensi pemahaman mengenai bab surga dan neraka. Kunci tetap semangat fii sabilillah itu ATM. Amati, Tiru, dan Modifikasi,“ jelas Sugiyarta.

Sugiyarta juga menguraikan bahwa proses mengamati perlu melihat dan meneladani semangat perjuangan para nabi dan sahabatnya di zaman dahulu. Melalui proses mengkaji kisah-kisah tersebut kemudian meniru semangat juang para nabi dan sahabatnya.

Hal tersebut sebagai bentuk penjiwaan terhadap kisah-kisah pejuang zaman dahulu. “Selanjutnya proses memodifikasi yaitu menyesuaikan perjuangan dalam setiap kegiatan fii sabilillah yang telah diprogramkan kemudian dilaksanakan dengan penuh semangat serta hati yang ridlo, karena Allah,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *