Gunungkidul, Jogjakeren.com – Ajang Festival Sepak Bola FORSGI DIY Piala Bupati Gunungkidul 2025 berlangsung meriah pada Sabtu (11/10/2025) di Stadion Handayani Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan pemain muda dari berbagai kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terbagi ke dalam dua kategori usia, yaitu kelompok usia 10 tahun (KU-10) dan kelompok usia 12 tahun (KU-12).
Dalam kompetisi tersebut, FORSGI Kulon Progo berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 3 pada kategori usia 12 tahun. Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri karena pada festival tahun sebelumnya, tim Kulon Progo belum berhasil meraih gelar juara.
Ketua FORSGI Kulon Progo, Eko Waluyo, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi atas perjuangan anak-anak di lapangan. “Alhamdulillah, tahun ini anak-anak KU-12 berhasil membawa pulang juara 3. Ini peningkatan yang luar biasa dibanding tahun lalu. Saya sangat mengapresiasi kerja keras mereka, juga dedikasi para pelatih dan dukungan penuh dari orang tua,” ungkap Eko dengan bangga.
Eko menambahkan, sebenarnya tim Kulon Progo memiliki peluang besar untuk meraih posisi juara pertama, namun hasil akhir belum berpihak kali ini. “Kesempatan untuk juara 1 sebenarnya ada, tapi mungkin belum qodarnya. Yang terpenting, anak-anak sudah menunjukkan permainan terbaik dengan semangat dan sportivitas tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, pada kategori usia 10 tahun, tim FORSGI Kulon Progo belum berhasil menembus peringkat tiga besar. Meski begitu, Eko Waluyo tetap memberikan semangat dan dorongan kepada para pemain muda agar tidak berkecil hati.

“Untuk adik-adik KU-10, jangan sedih ya. Kalian sudah luar biasa bisa bermain dengan penuh semangat. Kekalahan itu bukan akhir, tapi awal dari proses belajar. Teruslah berlatih, jaga semangat, dan suatu saat nanti kalian pasti bisa berdiri di podium juara,” pesan Eko dengan penuh motivasi.
Selain memberikan apresiasi terhadap para pemain dan pelatih, Eko juga menekankan pentingnya pembinaan karakter dalam olahraga sepak bola. Ia berharap anak-anak tidak hanya menjadi pemain yang tangguh secara teknik, tetapi juga berjiwa sportif dan berakhlak baik.
“Sepak bola itu bukan hanya soal menang atau kalah, tapi juga tentang membangun karakter. Saya ingin anak-anak kita jadi pemain profesional yang punya sikap rendah hati, disiplin, dan berkarakter luhur,” ujarnya.
Menutup keterangannya, Eko menyampaikan bahwa tahun depan akan digelar Festival FORSGI Indonesia, sebuah ajang nasional yang akan diikuti oleh perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia. Ia berharap ada pemain dari Kulon Progo yang dapat lolos dan mewakili DIY di ajang bergengsi tersebut.
“Tetap semangat berlatih dan terus berproses menjadi pemain terbaik,” pungkasnya.
Melalui ajang ini, FORSGI DIY kembali menegaskan komitmennya dalam membina generasi muda sepak bola yang tidak hanya berprestasi di lapangan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, kebersamaan, dan karakter luhur.






semangat, mantap semakin berproses menuju juara