Singgih Januratmoko Dukung SIG Menangkan Pasar Regional dan Global

SIG
Anggota Komisi VI DPR RI Singgih Januratmoko saat mengisi dialog bersama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG, Sabtu (20/5/2023).

Jogjakeren.com – Anggota Komisi VI DPR RI Singgih Januratmoko meyakini Indonesia memiliki segala hal untuk menjadi raja infrastruktur. Bukan hanya di dalam negeri, namun juga mancanegara. Terutama berkat keberadaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG yang memiliki kemampuan memproduksi semen dan produk turunannya yang berkualitas internasional.

“Kita punya rencana pembangunan jangka panjang, yang memungkinkan kita menuju 2045 dengan konsolidasi dalam kemampuan teknologi, memproduksi teknologi itu sendiri, sekaligus menyediakan bahan mentahnya,” ujar Singgih Januratmoko di sela-sela dialog dengan tema “Sektor Kontruksi: Membangun Negeri Membangun Masyarakat.

Acara tersebut dihelat di Front One Hotel Airport Solo, Boyolali, Jawa Tengah. Acara tersebut menghadirkan Ahmad Muslim dan Tjamar Aji Sophianto dari SIG.

Bacaan Lainnya

Menurut Singgih, pembangunan infrastruktur untuk menopang pembangunan nasional pada tahun-tahun mendatang bisa dipastikan meningkat. Dengan pertumbuhan ekonomi yang terus membaik, infrastruktur menjadi keniscayaan untuk mempermudah lalu lalang barang dan jasa, baik di dalam negeri, regional, maupun internasional.

Singgih mengapresiasi SIG yang memproduksi berbagai semen untuk berbagai kebutuhan, baik untuk skala pembangunan perumahan rakyat, korporasi, hingga proyek-proyek raksasa, “Selain diproduksi dengan standar internasional, SIG mampu berinovasi menghasilkan produk ramah lingkungan,” puji Singgih.

Dalam proses produksinya, SIG, menurut Singgih telah memanfaatkan teknologi tinggi agar tidak merusak lingkungan, “SIG bahkan berkolaborasi dengan masyarakat di berbagai daerah dalam menangani sampah dan membuat lingkungan lebih hijau di wilayah produksinya,” ungkap Singgih.

Dengan kemampuan SIG, Singgih yakin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu akan menjadi pemain utama di Asia Tenggara, “Kualitas produknya bisa disandingkan dengan produk global lainnya. Kini tergantung pemerintah, bagaimana memanfaatkan segala kelebihan SIG melalui kebijakan pemanfaatan produk dalam negeri,” imbuhnya.

Selain itu, Singgih juga mendorong perusahaan-perusahaan swasta nasional yang memiliki proyek konstruksi di luar negeri, juga menggunakan produk-produk SIG. Hal itu sebagai simbol kebanggaan nasional, bukan hanya pertimbangan bisnis semata.

Sementara itu, Ahmad Muslim dan Tjamar Aji Sophianto dari SIG menegaskan, pihaknya berkomitmen kuat dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi untuk berbagai kegunaan. Dengan penerapan teknologi tinggi dalam produksi, bisa melahirkan produk inovatif seperti semen yang mampu menyerap polusi dan memiliki ketahanan usia pakai yang sangat panjang.

Kepedulian terhadap lingkungan menjadi prioritas SIG, produk kantong semen SIG telah tersertifikasi Green Label dari Green Product Council. SIG juga memiliki produk semen curah non OPC (Ordinary Portland cement) yang ramah lingkungan karena rendah emisi karbon.

Tak hanya itu, SIG menawarkan beton jadi inovatif untuk beragam kebutuhan aplikasi. Sebut saja SpeedCrete, solusi perbaikan jalan hanya dalam beberapa jam di malam hari. Kecepatan dan kualitas tinggi SpeedCrete membantu perbaikan jalan minim emisi CO2 dan kerugian perekonomian dari kemacetan karena penutupan jalan, dan lebih efisien dari sisi biaya pemeliharaan dalam jangka panjang.

Contoh lain adalah ThruCrete, beton jadi yang mampu mengalirkan air limpasan ke dalam tanah untuk meminimalisasi genangan pada permukaan jalan dan membantu penyerapan air yang lebih baik. Berbagai solusi tadi ditawarkan SIG sebagai bukti mereka inovatif, adaptif dan inovatif. Mampu menjawab tantangan dan memenuhi kebutuhan pembangunan masa depan.

Untuk diketahui SIG, merupakan produsen bahan bangunan terbesar di Indonesia dan bahkan Asia Tenggara dengan total kapasitas produksi 52,6 juta ton semen per tahun. SIG memayungi enam anak usaha produsen semen yaitu, Semen Padang, Semen Gresik, Semen Tonasa, Solusi Bangun Indonesia, Semen Baturaja dan Thang Long Cement Company di Vietnam. Terakhir bergabung dalam grup SIG pada pengujung tahun 2022 lalu, Semen Baturaja melengkapi footprint SIG di Sumatera yang merupakan pasar terbesar kedua di Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *