Jogjakeren.com – Proses berpikir adalah aktivitas pada ranah kognitif manusia berupa proses tingkah laku menggunakan pikiran untuk mencari makna dan pemahaman terhadap sesuatu, membuat pertimbangan dan keputusan atau penyelesaian masalah merupakan kelanjutan dari proses berpikir. Keterampilan berpikir adalah proses mental yang diterapkan ketika seseorang berusaha untuk memahami suatu pengalaman tertentu.
Keterampilan berpikir akan membantu seseorang untuk belajar lebih banyak dari informasi dan pengalaman yang dialami juga membuat seseorang menjadi lebih baik dalam menggunakan kecerdasan. Selain itu, keterampilan berpikir juga akan membekali seseorang untuk hidup, memungkinkan seseorang untuk menyadari potensi diri sendiri dan memberikan kontribusi untuk masyarakat.
Keterampilan berpikir terbagi dalam beberapa jenis kategori yang terintegrasi satu dengan yang lain, simak penjelasannya di bawah ini.
1. Keterampilan Pemecahan Masalah (problem solving)
Yaitu keterampilan dalam menggunakan proses berpikir untuk memecahkan masalah melalui pengumpulan fakta, analisis informasi, menyusun berbagai alternatif pemecahan, dan memilih penyelesaian masalah yang efektif.
2. Kemampuan Pengambilan Keputusan (decision making)
Yaitu keterampilan individu dalam menggunakan proses berpikir untuk memilih suatu keputusan yang terbaik dari beberapa pilihan yang ada melalui pengumpulan informasi, perbandingan kebaikan dan kekurangan setiap alternatif, analisis informasi, perbandingan sebab akibat dan pengambilan keputusan yang terbaik berdasarkan alasan-alasan yang rasional.
3. Kemampuan Berpikir Kritis (critical thinking)
Yaitu kemampuan dalam menghimpun berbagai informasi lalu membuat sebuah kesimpulan dari suatu kegiatan. Kemampuan ini memungkinkan seseorang terhindar dari penipuan, manipulasi, pembodohan, penyesatan, dan kesalahan yang membuang waktu.
4. Keterampilan Berpikir Kreatif (creative thinking)
Yaitu kecakapan mengolah pikiran untuk menghasilkan ide-ide baru dan konstruktif berdasarkan informasi, konsep-konsep, dan prinsip-prinsip yang rasional maupun persepsi dan intuisi individu.
Keterampilan berpikir tidak otomatis dimiliki seseorang, juga bukan merupakan hasil langsung dari pengajaran suatu bidang studi atau dengan mengenyam pendidikan di sekolah. Namun kemampuan berpikir memerlukan latihan terbimbing dan intensif secara terus-menerus, sampai seseorang menjadi terampil.
Berikut juga akan dijelaskan beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan berpikir:
1. Mengenali Kondisi Bagaimana Kita Berpikir
Kenali cara atau kondisi berpikir kita saat ini. Dengan begitu kita akan mengetahui kekurangan yang harus kita perbaiki dan kekuatan yang bisa kita tingkatkan. Selain itu kita juga menjadi bisa mengubah cara berpikir terdahulu menjadi cara berpikir yang kita idamkan.
2. Ambil Waktu/Berhenti Sejenak
Mengambil waktu untuk diam sejenak dan menarik nafas beberapa saat ketika mengalami masalah adalah upaya agar emosi negatif tidak lebih dulu menguasai kita. Saat oksigen masuk ke tubuh kita, maka dapat melancarkan aliran darah ke otak dan memudahkan kita untuk berpikir lebih jernih.
3. Eksplorasi Informasi
Setelah kita lebih tenang, cari berbagai informasi mengenai masalah yang kita hadapi. Di sini kita dapat menggali informasi dari diskusi, wawancara, buku teks, internet atau sumber lain. Semakin banyak informasi yang kita kumpulkan, maka lebih banyak alternatif solusi yang akan kita dapatkan.
4. Seleksi Informasi
Seleksi informasi yang telah kita kumpulkan, sesuaikan dengan kebutuhan kita. Informasi yang dipilih hendaknya diarahkan kepada fokus persoalan atau tantangan yang sedang kita hadapi.
5. Mengasah Keterampilan Bertanya
Dari informasi yang kita miliki buatlah berbagai pertanyaan. Pertanyaan tersebut akan memudahkan dan melatih kita untuk berpikir lebih mendalam, menentukan benar salah, mencari sebab akibat, memilah baik buruk, sehingga memudahkan kita mengolah informasi, mengelola emosi, dan mencari solusi.
6. Melatih Fokus pada Sesuatu Hal
Cari apa yang menjadi fokus pada masalah yang kita hadapi. Sebelum emosi negatif muncul, usahakan fokus pada masalahnya dan menggunakan informasi yang kita miliki, cari akar masalahnya, dengan demikian kita akan lebih mudah untuk mencari jalan keluar tanpa harus terpancing emosi marah.
7. Refleksi
Refleksi melatih kita untuk menarik kesimpulan, mendapat insight atau ‘AHA’ atau hikmah dari sebuah pengalaman yang telah kita lalui. Melihat kembali di bagian-bagian mana kita mengalami kesulitan, pada bagian mana yang paling mudah kita lakukan, bagaimana kita menyelesaikan persoalan tersebut dan menyusun langkah perbaikan untuk ke depannya.
Ingatlah kutipan kata-kata bijak, “Penyebab kegagalan sebagian besar karena dua hal, yakni orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak dan orang yang bertindak tapi tidak pernah berpikir”.





