Up Grade Kompetensi Guru, SMA IMBS Gelar Workshop Modul Ajar dan Kontrak Belajar

SMA IMBS
Ketua Yayasan BIKIN An Nur Budi Utama dan pemateri, Suroto bersama guru dan staff SMA IMBS Yogyakarta.

Sleman, Jogjakeren.com – Sebagai guru di era disrupsi ini, harus selalu meningkatkan kompetensinya. Kompetensi guru meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dimiliki oleh seorang guru untuk melaksanakan tugasnya secara efektif dan profesional.

Secara umum, kompetensi guru meliputi empat aspek utama: pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Guna mewujudkan hal tersebut SMA Insan Mulia Boarding School Yogyakarta menyelenggarakan workshop modul ajar dan kontrak belajar.

Rekam jejak alumni yang sudah banyak diterima di PTN maupun PTS menjadi tantangan yang semakin nyata ke depan. Ketua Yayasan Bina Insan Karakter Indonesia (BIKIN) An Nur Budi Utama, pada kesempatan tersebut memaparkan bahwa guru sebagai  arsitek masa depan sehingga guru harus mampu mendesain ulang pembelajaran yang memanusiakan.

Read More

“Karena dunia  telah berubah, murid juga berbeda, namun tujuan pendidikan tetaplah sama. Salah satu karakteristik generasi alpha yaitu rentang perhatian pendek, mendambakan koneksi personal, dan peduli isu-isu sosial ini supaya disikapi guru dengan tanggap dan peka. Era sekarang guru bukan menjadi sumber ilmu tetapi menjadi fasilitator,” papar Budi sapaan akrabnya.

SMA IMBS
Pemateri Suroto menyampaikan materi workshop modul ajar dan kontrak belajar di SMA IMBS Yogyakarta.

Lebih lanjut, pengusaha sukses dalam berbagai bidang usaha  ini menekankan upaya guru dalam mewujudkan visi misi SMA Insan Mulia Boarding School yang sejalan dengan cita-cita besar yayasan BIKIN yaitu lulusan bisa masuk PTN 100 persen dan menjadi ustadz ustadzah yang memiliki pondasi karakter luhur yang kuat. “Bukan hanya ijazah yang didapatkan, namun diharapkan juga mempunyai kemampuan public speaking yang bagus,” tandasnya.

Workshop yang diselenggarakan selama dua hari pada 9-10 Juli 2025 di kampus SMA Insan Mulia Boarding School ini menghadirkan Suroto sebagai narasumber yang ahli dalam bidang kurikulum. Cakupan materi workshop meliputi kontrak belajar, pembuatan modul ajar, komunitas belajar serta diskusi kelompok.

Suroto yang pernah menjabat sebagai wakil kepala sekolah bidang kurikulum di SMK Negeri 2 Depok Sleman ini menjelaskan bahwa kontrak belajar merupakan pondasi awal dalam menjalin hubungan antara murid dengan guru. “Kontrak belajar bukan sekedar tata tertib tetapi kesepakatan bersama antara guru dan murid. Ini sebagai langkah pertama memanusiakan murid menjadi mitra dalam proses belajar bukan objek yang diatur. Kedisiplinan siswa dibangun dengan penuh  kesadaran dan rasa tanggungjawab,” jelasnya.

Selanjutnya guru dibimbing dalam penyusunan modul ajar. Dalam membuat modul ajar guru harus memahami konsep tentang capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran pada setiap fasenya. Selain itu guru juga harus mampu memilih model pembelajaran yang tepat. Serta mampu  menerapkan konsep pembelajaran mendalam (deep learning)  ke dalam kegiatan pembelajarannya. Sehingga diharapkan siswa belajar dengan penuh kesadaran (mindful), tahu maknanya (meaningful) dan belajar dengan menyenangkan (enjoyful).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *