Sleman, jogjakeren.com – Sejumlah 446 perempuan memadati kompleks Masjid Khoirul Mauidzoh di Padukuhan Klaci I, Seyegan, Sleman pada Minggu (28/1/2024) pagi. Peserta yang terdiri atas remaja putri berusia 17 tahun ke atas hingga wanita lanjut usia terlihat antusias mengikuti acara pengajian khusus perempuan yang digelar oleh pengurus LDII.
Kajian yang dilaksanakan serentak di beberapa masjid LDII di DIY ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan edukasi parenting kepada para ibu dan remaja putri LDII. Para wanita LDII ini diajak untuk terus belajar dan mengedukasi diri sendiri sehingga bisa mendidik anak-anaknya sesuai dengan perkembangan zaman.
Hj. Diah Puspita Rini selaku pemateri menyatakan, bahwa seorang perempuan berperan sebagai pendamping bagi suaminya dan madrasah utama bagi anak-anaknya kelak. “Kenapa perlu diadakan acara seperti ini? Ya, tujuannya untuk memberikan penguatan dari sisi psikologis dan tips kepada para ibu serta calon ibu supaya dapat menjalankan perannya dengan senang, gembira, dan tanpa paksaan. Bisa ikhlas,” tuturnya.
Penggiat parenting di lingkup Pondok Pesantren LDII Gadingmangu ini juga berbicara tentang pembagian tugas di rumah agar anak-anak terbiasa mandiri. “Tidak perlu ada pemisahan antara tugas anak laki-laki dengan tugas anak perempuan. Karena yang namanya basic life skill itu ya semuanya harus bisa,” ungkap Diah.
Ibu dengan 8 orang anak ini berpesan kepada para ibu dan calon ibu bahwa tidak perlu banyak mengomel kepada anak untuk melakukan pekerjaan rumah. “Children will not do what we say, but they will do what we do,” demikian pungkasnya.
Diah berharap kedepannya para ibu dan calon ibu terus bersemangat dalam belajar ilmu parenting dan meningkatkan kapasitas diri. Hal ini diperlukan karena perkembangan zaman harus terus diikuti terutama dalam mendidik generasi penerusnya.





