Jogjakeren.com – Membangun harmoni dalam hubungan keluarga merupakan pondasi utama agar tercipta suasana hangat, menenangkan, menentramkan, dan saling memahami antara satu dan lainnya.
Ketika aura positif di dalam keluarga sudah tercipta, seberat apapun masalah menerpa, rumah akan tetap menjadi istana utama untuk para anggotanya menemukan kedamaian.

Membangun Harmoni dalam Hubungan keluarga
Terdapat beberapa tips yang perlu diperhatikan supaya keharmonisan yang diimpikan dapat diwujudkan. Di antaranya sebagai berikut.
- Jujur
Jujur adalah modal awal terbentuknya keluarga harmonis. Ketika terdapat kebohongan dan banyak hal-hal penting lain yang disembunyikan oleh salah satu anggota keluarga, biasanya anggota lainnya terutama pasangan akan merasa keberadaannya diabaikan.
Ketika kebohongan-kebohongan tersebut terbongkar, kepercayaan yang utuh sulit untuk didapatkan kembali. Efek buruknya, yang merasa dibohongi akan selalu berprasangka buruk dan berpikir negatif.
- Meluangkan Waktu Bersama
Cara membangun keluarga harmoni yang selanjutnya yaitu menyediakan waktu khusus untuk kumpul bersama keluarga. Momen berkumpul seperti ini akan membuat hubungan renggang bisa kembali lekat.
Contoh sederhana quality time bersama, di antaranya: melakukan yang disukai secara bersama-sama, misal masak-masak, jalan-jalan ke taman, ngobrol di teras rumah, dan lain sebagainya.
Yang terpenting dalam quality time yaitu fokus pikiran dan perasaan ditujukan pada keluarga dan orang-orang tersayang. Sehingga ketika mengobrol terjadi timbal balik yang asyik dan merasa saling disayangi.
- Peka Terhadap Kebutuhan Keluarga
Keretakan dan pertengkaran di dalam keluarga sering kali disebabkan karena kurangnya kepekaan antara satu dan lainnya. Sehingga sama-sama merasa diabaikan dan tidak disayang.
Baca Juga : 5 Tips Menjaga Keutuhan Keluarga Bahagia
Supaya bisa peka, langkah yang perlu diperhatikan yaitu mencoba mengamati dan mengenali kebutuhan setiap anggota keluarga. Terutama kebutuhan emosional.
Misal, ketika ada anggota keluarga yang mudah marah dan tersinggung tidak langsung dimarahi dan dihakimi. Melainkan ditelusuri, apa akar permasalahan yang membuatnya mudah meletup-letup emosinya.
- Hindari Kritik yang Merendahkan
Pada dasarnya setiap orang tidak suka dan sakit hati ketika dirinya dipandang sebelah mata atau direndahkan.
Ketika ada anggota keluarga yang berbuat salah atau memiliki kekurangan, keluarga yang baik memberikan nasihat dan arahan secara bijak tanpa perlu mencaci dan terus mengungkit kesalahannya.
Kritikan-kritikan pedas yang cenderung merendahkan justru akan membuat seseorang semakin brutal dan tidak mau mendengarkan nasihat yang diberikan.
Empat cara membangun harmoni dalam hubungan keluarga yang diuraikan di atas merupakan langkah sederhana yang bisa diterapkan untuk memperbaiki keadaan keluarga agar semakin baik dan harmonis.





