Atlet PERSINAS ASAD Dapat Medali POPDA DIY, Ini Persiapannya

atlet persinas asad

Jogjakeren.com – Beberapa pekan lalu, PERSINAS ASAD Kulon Progo mengirimkan atletnya pada perlombaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di Tingkat Provinsi. Kompetisi berlangsung selama empat hari, yaitu 15-18 Maret 2022 di Gedung Wana Bhaktiyasa, Yogyakarta. Diikuti oleh empat kabupaten dan satu kota, cabang olahraga pencak silat menjadi salah satu bela diri yang banyak menorehkan prestasi sampai ke tingkat nasional bahkan internasional.

Dalam kompetisi tersebut, atlet PERSINAS ASAD Kulon Progo berhasil membawa pulang medali emas dan perunggu. Yuk kita lihat bagaimana persiapan atlet PERSINAS ASAD sebelum bertanding dalam Popda DIY 2022 kemarin.

Dalam kejuaraan ini, PERSINAS ASAD Kulon Progo berhasil mengirimkan dua atlet yang lolos di tingkat kabupaten untuk melanjutkan ke tingkat provinsi. Luthfi Asad Cholilulloh mewakili kategori seni tunggal putra dan Daru Prasetyo Prayitno mewakili kategori tanding kelas C putra. Setelah sempat menang di babak penyisihan, Daru berhasil membawa pulang medali perunggu dan Luthfi mendapat medali emas.

Read More
atlet ASAD Kulon Progo
Atlet dan pelatih Persinas ASAD : Luthfi (kiri), Hartono (pelatih), dan Daru (kanan)

Tantangan Saat Latihan

Para atlet yang menjadi perwakilan Kulon Progo di tingkat provinsi menjalani latihan hampir setiap sore di Stadion Cangkring, Kulon Progo. Tidak terkecuali untuk atlet PERSINAS ASAD dan atlet dari perguruan pencak silat lainnya. Diikuti oleh kurang lebih 17 atlet pencak silat perwakilan daerah, latihan berlangsung intensif dengan semangat yang membara.

Ditemui dalam kesempatan yang berbeda, Luthfi dan Daru memiliki cerita latihan yang menarik. Bagi Luthfi, tantangan terberat saat latihan adalah waktu yang seringkali bertepatan dengan musim ujian. Hal ini mengharuskannya untuk membagi waktu dengan seimbang. Sedangkan bagi Daru, tantangan terbesarnya saat latihan adalah teknik bantingan dan guntingan. Dia benar-benar memanfaatkan latihan untuk kedua teknik tersebut.

Hingga ketika hari telah mendekati jadwal pertandingan di Popda DIY, para atlet terlihat lebih tenang. Luthfi dan Daru sama-sama menyampaikan bahwa mereka lebih cenderung mempersiapkan mental dengan banyak berdoa. Tak lupa juga mereka meminta restu dan doa dari keluarga dan teman-temannya. Luthfi cenderung melatih fokus dan target kemenangan. Ia selalu meyakinkan diri untuk bertanding secara maksimal agar hasil yang diperoleh juga maksimal.

Momen Tak Terlupakan

Setelah pertandingan usai, keduanya mengaku mendapatkan banyak sekali pengalaman berharga. Tidak berhenti di situ, mereka juga mendapat lebih banyak jaringan pertemanan. Bahkan menurut Daru, salah satu kesan yang paling berharga dan tidak akan ia lupakan adalah ketika berfoto bersama satu tim perwakilan pencak silat Kulon Progo.

Meski ditemui dalam waktu dan tempat yang berbeda, Luthfi dan Daru sama-sama tidak akan menjadikan kompetisi ini sebagai akhir. Namun menjadi batu loncatan besar untuk target kejuaraan lain yang lebih tinggi dan menantang. Beberapa target kejuaraan yang menjadi incaran mereka adalah Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Pekan Olahraga Wilayah (Popwil), hingga Pekan Olahraga Nasional (Popnas).

“Saya siap menghadapi kompetisi lainnya. Jadi, saya juga sudah bersiap untuk melanjutkan latihan lain kedepannya,” tutur Luthfi penuh semangat.

Dengan melihat persiapan dan perjuangan para atlet PERSINAS ASAD Kulon Progo di atas, dapat diambil banyak nilai dan hikmah. Tidak ada jalan yang mulus untuk hasil yang besar. Namun semangat dalam diri dan pertolongan Allah yang mendorong tercapainya impian.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *