Begini Perjuangan Legenda Timnas Indonesia dan Para Pemain FORSGI DIY Sebelum Bertanding

Pemain FORSGI
Tendangan pojok pemain FORSGI saat berlaga di Festival Usia Dini Asprov PSSI DIY Piala FORSGI DIY 2023 di Stadion Pancasila UGM, Minggu (25/6/2023).

Jogjakeren.com – Gelaran Festival Usia Dini Asprov PSSI DIY yang memperebutkan Piala FORSGI DIY 2023 meninggalkan banyak cerita. Seperti perjuangan para pemain saat berlatih menghadapi festival, perjuangan pemain saat bertanding dan perjuangan legenda Timnas Indonesia hingga menjadi pemain nasional.

Budi Sudarsono yang turut hadir di Stadion Pancasila UGM pun berbagi pengalamannya. “Dulu saat saya kecil belum ada SSB, tapi ternyata sekarang sudah banyak SSB, apalagi di FORSGI sudah ada pembinaannya,” katanya. Pemain dengan julukan Si Ular Phyton ini berharap para pemain yang memiliki cita-cita menjadi pemain sepak bola dapat terwujud.

“Bahkan dulu saat saya masih kelas 5 SD, saya diminta memilih antara sepatu bola atau tas, dan saya tetap memilih sepatu bola,” imbuhnya. Budi berpesan, untuk adik-adik yang ingin menjadi pemain sepak bola supaya tertib dalam ibadah karena dukungan berasal dari doa kita sendiri. Namun, dukungan dari orangtua juga sangat penting, karena mereka lebih mengetahui bakat dan kehidupan sehari-hari anak-anak.

Read More

“Latihan sepak bola sejak usia dini sangat penting, mengingat semua negara sekarang mendukung sepak bola,” pungkasnya.

Di samping itu, salah satu orang tua dari pemain FORSGI Gunungkidul menyampaikan bahwa anaknya berlatih hampir setiap minggu, bahkan dua kali dalam seminggu. “Perjalanan dari Gunungkidul menuju tempat pertandingan dilakukan pada malam hari, sehingga anak-anak langsung tidur dan pagi harinya pukul 07.00 langsung bertanding,” katanya.

Fadel Hasana AlBaihaqqi, pemain FORSGI Bantul yang berposisi sebagai sayap kiri mengungkapkan bahwa lawan mereka sangat tangguh. Namun, timnya berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 4-0 melawan FORSGI Kota Jogja.

Kurniawan, pelatih FORSGI Kota Jogja menjelaskan bahwa dari 25 anak yang diseleksi, 14 anak berhasil masuk tim. “Latihan sudah dimulai satu tahun yang lalu sejak berdirinya FORSGI Kota Jogja pada tahun 2022,” ujarnya.

Ia menghadapi berbagai suka dan duka dalam melatih, terutama karena anak-anak usia 10 tahun masih suka bercanda. Namun, anak usia 12 tahun sudah menunjukkan perkembangan yang baik. “Meskipun mereka kalah 0-4 dari FORSGI Bantul, masih ada pertandingan lain melawan Tim FORSGI Kulon Progo,” ungkapnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *