Sleman, Jogjakeren.com – MDT Al-Fattah Ummu Dani Salamah (MASDANIS) di bawah naungan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Purwomartani Kapanewon Kalasan melaksanakan praktik ibadah yaitu sholat jenazah. Acara tersebut diikuti para santri MASDANIS dari usia PAUD hingga kelas 6 SD. Dilaksanakan di Masjid Al-Fattah Ummu Dani Salamah Sambisari, Jumat (8/11/2024).
Sholat jenazah adalah shalat yang dilakukan untuk mendoakan serta salah satu permohonan ampunan dan rahmat untuk jenazah muslim atau muslimah yang telah meninggal dunia. Baik dia laki-laki, perempuan orang dewasa maupun anak-anak agar bisa selamat di alam selanjutnya.
Hukum sholat jenazah ialah sunnah, tata cara sholat jenazah terdiri dari 4 takbiran lalu kemudian salam dan tidak ada rukuk juga sujud. Keutamaan dari sholat jenazah adalah mendapatkan pahala 2 qiroth atau semisal 2 gunung besar dan mendoakan kepada jenazah agar mendapatkan syafa’at.
Muhammad Aulia sebagai pemateri sekaligus guru MDT MASDANIS memberikan penjelasan tentang tata cara sholat jenazah dan keutamaan dari sholat jenazah. Dengan materi bergambar dan penjelasannya yang sederhana, Aulia menyampaikan pentingnya memberikan wawasan tentang sholat jenazah dengan benar sejak dini. Supaya mereka paham tentang keutamaan dari sholat jenazah.

“Saya senang karena ini pengalaman pertama santri mendapatkan materi praktik ibadah sholat jenazah. Para santri sangat antusias mengikuti materi serta praktiknya,” ujar Aulia. Ia juga menjelaskan tata cara sholat jenazah yang benar termasuk perbedaan posisi imam dalam menyolati jenazah laki-laki dan perempuan.
Aulia juga membahas tentang sholat ghaib yang fungsinya sama dengan sholat jenazah. Hanya saja sholat jenazah dilakukan dengan orang yang meninggal dunia berada di hadapan jemaah yang hendak menyolatkannya. Sebaliknya, sholat ghaib adalah sholat jenazah yang dilakukan tanpa adanya tubuh orang yang wafat di tempat pelaksanaan sholat.
MDT MASDANIS berharap dengan dilaksanakannya acara praktik ibadah sholat jenazah kepada para santri dapat menanamkan nilai-nilai agama sejak dini. Khususnya tentang tata cara menyolati muslim yang telah meninggal dunia dengan benar sesuai syariat. Serta supaya santri bisa semakin memahami makna kematian dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.





