Bupati Sleman Apresiasi Pengajian Akhir Tahun “IMPACT”, Perkuat Karakter Generasi Muda

Bupati Sleman Apresiasi Pengajian Akhir Tahun Impact, sebagai Pembinaan Karakter Generasi Muda foto Lines
Bupati Sleman Apresiasi Pengajian Akhir Tahun Impact, sebagai Pembinaan Karakter Generasi Muda (foto: Lines)

Jogjakeren.com – Pemerintah Kabupaten Sleman mengapresiasi pelaksanaan pengajian akhir tahun bertajuk IMPACT (Insan Mulia Purpose and Character Targets) yang diadakan di wilayah Sleman Tengah, Rabu malam (31/12/2025). Kegiatan ini dinilai menjadi langkah positif dalam membentengi generasi muda dari pergaulan yang tidak sesuai dengan norma dan nilai keagamaan pada malam pergantian tahun.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Sleman melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Wiyato Widodo, saat menghadiri Impact di Kompleks Pondok Pesantren Mulyo Abadi di Mulungan, Mlati, Sleman, DIY. Ia menilai pengajian akhir tahun sebagai bentuk kepedulian terhadap pembinaan karakter generasi muda.

“Luar biasa dan patut diapresiasi. Generasi muda adalah harapan bangsa, sehingga kegiatan positif seperti ini sangat penting untuk terus didukung,” ungkap Wiyato.

Read More

Senada, Panewu Mlati, Dyah Purwanti, yang turut meninjau kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa pengajian akhir tahun dapat menjadi contoh bagi lembaga dan komunitas lain dalam mengisi malam pergantian tahun secara lebih bermakna. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi generasi muda. Saya berharap pola seperti ini bisa ditiru oleh banyak pihak,” ungkap Dyah.

PPG Insan Mulia di bawah naungan Yayasan Insan Mulia  telah rutin menyelenggarakan kegiatan pengajian akhir tahun ini. Tema “Insan Mulia Purpose and Character Targets” ini sesuai dengan program 29 karakter luhur generus yang digalakkan oleh LDII. Selain memperkuat pembinaan karakter generus, kegiatan pengajian akhir tahun Impact juga membekali peserta dengan materi penggunaan media sosial dengan bijak. Ketua DPD LDII Sleman, Suwarjo, menegaskan pentingnya generasi muda untuk bijak bermedia sosial di era digital saat ini.

“Kata kuncinya adalah bijak bermedia sosial karena platform digital itu sekarang beragam dan informasi di dalamnya perlu dipilah dan dipilih,” tegasnya.

Saat ini, post truth atau suatu kebohongan dianggap sebagai suatu kebenaran adalah sesuatu yang sedang marak terjadi. Oleh karena itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan menyaring informasi di era digital, terutama di tengah maraknya fenomena disinformasi dan post-truth. “Bijak itu, jangan mudah menceritakan sesuatu yang belum diklarifikasi kebenarannya,” tambah Suwarjo.

Dalam sisi keilmuan, Suwarjo juga mendorong generasi muda agar tekun mencari ilmu. “Generasi muda harus siap menggantikan generasi tua. Hal ini harus disiapkan sejak dini baik dari sisi keilmuan agama maupun kemandirian,” pungkas Suwarjo.

Sejalan dengan Visi Misi Bupati Sleman

Wiyato menegaskan bahwa pembinaan generasi muda sejalan dengan misi Bupati Sleman periode 2025–2030, yakni meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menyiapkan generasi muda yang maju dan beradab. “Generasi muda memegang peran krusial dalam pembangunan daerah dan bangsa. Mereka perlu disiapkan sejak dini, tidak hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga karakter,” tegasnya.

Melalui kegiatan pengajian akhir tahun ini, para generasi muda tidak hanya diajak mengisi pergantian tahun dengan hal-hal yang positif, tetapi juga diberi ruang untuk memperkuat karakter, nilai keimanan, dan cara berpikir yang lebih bijak di tengah arus zaman. Harapannya, semangat yang dibangun dalam kegiatan ini tidak berhenti di satu malam saja, tetapi terus tumbuh dan menjadi bekal bagi generasi muda untuk menjalani perannya sebagai penerus bangsa yang berakhlak, mandiri, dan bertanggung jawab.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *