Jogjakeren.com – Gerakan berantas sarang nyamuk yang dilakukan warga bersama perangkat Pamong Kalurahan Tepus mendapatkan respon positif Panewu Tepus Alsito, S.Sos. dan petugas Puskesmas Tepus II Dr. Damayanti Mustikarini, MPH., Jumat (28/10/2022).
Pemberantasan sarang nyamuk yang dilakukan warga ini bertujuan untuk mencegah meluasnya kasus demam berdarah di lingkungan Padukuhan Tepus II Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul.

Menurut Dr. Damayanti, salah satu upaya pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk dimulai dengan menggerakkan masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk dengan gerakan Tiga M (Menguras, Mengubur, Menutup). “Di sini tidak cukup puskesmas saja yang menjalankan tetapi semua lintas sektoral terkait dan masyarakat harus berperan aktif,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat harus berusaha mampu mencegah DBD dan menjaga kebersihan lingkungan, “Kalau masyarakat tanggap dengan kebersihan lingkungan tentunya hal yang seperti ini dapat diminimalisir bahkan dicegah,” jelasnya.
Dr. Damayanti menegaskan, untuk pemberantasan nyamuk tidak cukup dilakukan dengan fogging, “Fogging bukan salah satu pemecah masalah tetapi lebih penting Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lapangan,” tegasnya.
Dijelaskan pula bahwa Kapanewon Tepus termasuk daerah endemis, setiap tahun terjadi kasus seperti ini bahkan tiga tahun berturut-turut terjadi kasus demam berdarah.
Terpisah Panewu Tepus Alsito, S.Sos. mengatakan atas nama Pemerintah Kapanewon Tepus mendukung apa yang dilakukan oleh masyarakat terlebih mendapat perhatian dari puskesmas dan jajaran terkait dengan perkembangan kasus demam berdarah di wilayah Kapanewon Tepus. “Berkat kerja sama lintas sektoral pemerintah dengan masyarakat, sehingga masyarakat mampu melakukan gerakan kebersihan lingkungan untuk pencegahan penyebaran sarang nyamuk,” pungkas Alsito.





