Dosen UGM Beri Motivasi Pembelajaran dan Gambaran Penerapan IT ke SMK N 2 Karanganyar

UGM
Foto bersama pemateri, guru pendamping dan siswa jurusan Teknik Mesin SMK N 2 Karanganyar

Jogjakeren.com – Kedatangan rombongan tim Pengabdian Masyarakat dari Departemen Fisika diterima oleh Kepala sekolah SMK N 2 Karanganyar Drs. Soetanto, M.T. dengan antusias. Tim dari departemen Fisika FMIPA Universitas Gadjah Mada terdiri dari Dr. Pekik Nurwantoro, M.S., Ph.D., Dr. Romy Hanang Setya Budhi, M.Sc., Dr. Eko Sulistya, M.Si. dan Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc.

Tim tersebut terlibat dalam pengabdian masyarakat memberikan motivasi dan gambaran terkait penerapan teknologi informasi yang berkembang pesat saat ini.

Read More

Kegiatan pengabdian ke sekolah SMK dengan tema ”Model Pembelajaran Fisika yang Interaktif dan Kreatif untuk Menunjang Pembelajaran Mekanika bagi Siswa SMK Negeri 2 Karanganyar Kabupaten Karanganyar” ini bertujuan untuk memberi gambaran dan wawasan pada siswa SMK dengan cara memberikan materi, pengetahuan, pengajaran yang variatif, inovatif dengan beberapa program visualisasi dan praktek-praktek yang diberikan secara langsung maupun lewat komputer agar dapat memotivasi siswa.

UGM
Para siswa saat mendapat motivasi belajar dan trik-trik bagi yang aktif berorganisasi oleh Eko T Sulistyani.

Selain itu juga dapat memberikan pemahaman dan menginspirasi sikap kreatif dalam mengantisipasi perkembangan teknologi informasi yang dapat menunjang kesuksesan dan prospek masa depan. Jadi diharapkan siswa SMK mendapat gambaran dan wawasan terhadap penerapan teknologi yang berkembang sangat pesat, sehingga dapat mempersiapkan seawal mungkin kompleksitas di dunia kerja dengan skill dan inovasi yang kreatif.

Paparan yang disampaikan di SMK N 2 Karanganyar itu diikuti oleh siswa kelas XI jurusan Teknik Mesin sebanyak 108 siswa dan guru pendamping 15, Selasa (11/10/2022). Para siswa dan guru sangat semangat, antusias dan terbuka untuk menerima masukan terkait IT dan perkembangannya. Kegiatan yang diberikan dalam rangka memenuhi program pengabdian masyarakat dari Departemen Fisika FMIPA UGM diadakan tiap tahun secara berkelanjutan.

Sistem Pengukuran Jarak Dengan Laser

Pada awal kegiatan Dr. Romy menyampaikan “Sistem pengukuran jarak dengan laser”. Laser Distance Meters adalah alat yang berfungsi untuk mengukur jarak tertentu menggunakan laser yaitu dengan mengarahkan laser ke batas jarak tertentu yang ingin diukur.

Alat ini dengan cepat menunjukkan hasil dari pengukuran tersebut dengan tingkat akurasi yang tinggi dan dapat disimpan, sehingga sangat praktis dan efektif.  Alat ini sering digunakan dalam industri, terutama berkaitan dengan konstruksi.

UGM
Dr. Romy saat menyampaikan materi pengukuran jarak dengan laser

“Kegiatan mengukur yang biasa menggunakan meteran yang jamak ditemukan dalam pekerjaan teknik dapat sangat tertolong/terbantu dengan metode pengukuran jarak digital menggunakan sinar laser. Metode ini jauh lebih praktis dan efisien,” ujarnya.

Di pasaran, lanjut Romy, alat ukur digital ini juga mudah ditemukan dan murah. Prinsip-prinsip fisika dibalik aplikasi metode pengukuran laser ini sebenarnya terus berkembang dan banyak terapannya baik dalam pekerjaan teknis dengan akurasi yang rendah hingga pekerjaan skala industri yang memerlukan akurasi pengukuran tinggi.

“Sebagai contoh saja, semisal pekerjaan memeriksa mutu rangkaian elektronik, pemasangan label pada kemasan produk dan lain sebagainya,” ujar Romy Hanang salah satu Dosen Fisika FMIPA UGM.

Embedded Computer, Potensi dan Manfaatnya

UGM
Dr. Pekik Nurwantoro saat menyampaikan materi “Embedded Computer, potensi dan manfaatnya”.

Dengan judul “Embedded Computer, Potensi dan manfaatnya” Dr. Pekik Nurwantoro menyampaikan terkait suatu perangkat komputer mini (kecil) yang memiliki kegunaan dan tujuan khusus tertentu. Sebagai contoh diberikan berbagai potensi pemanfaatan dalam proses otomatisasi dan ML atau AI seperti pemanfaatan embedded computer di dalam alat Jetson Nano yang berfungsi sebagai proses kontrol kualitas buah secara real time.

Alat ini juga menggunakan OpenCV dalam mengidentifikasi noda dan menentukan kondisi buah yang dideteksi kualitasnya. Pemanfaatan embedded computer pada Jetson Nano juga dapat dalam melindungi serta mencegah cedera tangan pada operator gergaji mesin.

Pemanfaatan embedded computer pada BabyWatcher sebagai pengawas bayi, sehingga bayi terhindar dari posisi-posisi yang berisiko menyebabkan kekurangan nafas. Pemanfaatan embedded computer pada alat Wildfire Detection yang berfungsi mengawasi sekaligus memetakan kebakaran hutan dengan menggunakan drone dan platform Jetson.

Selain itu Pekik juga menyampaikan contoh lain perangkat komputer mini berupa raspberry. Raspberry ini memiliki fitur yang dapat menjalankan tugas kantoran, game komputer, pemutar music dan video, dsb. Raspberry ini memiliki Operating System (OS) seperti komputer biasa, mulai dari pengolah kata, pengolah angka, penyimpanan file dan sebagainya yang langsung terhubung dengan internet.

“Masa pandemi kurang lebih 2 tahun memberikan pembelajaran bahwa jenis-jenis pekerjaan yang bersifat remote dan otomatis nampaknya menjadi salah satu kebutuhan di masa depan. Embedded computer dapat menjadi salah satu media untuk mewujudkan hal tersebut,” tandasnya di akhir pemaparan.

Dengan demikian kemajuan teknologi yang melibatkan Artificial Intelligence (AI) sangat diperlukan pada masa depan. Melihat pemaparan ini para siswa mendengarkan dengan seksama dan terkesima akan pesatnya kemajuan teknologi.

Sensor Fisika+IoT(Internet of Things)

UGM
Eko T Sulistyani saat memberi motivasi siswa untuk lebih fokus dalam belajar.

Pada pemaparan yang lain, Eko Sulistya menyampaikan “Sensor Fisika+IoT(Internet of Things) sebagai Early Warning System”. Dalam pemaparannya Eko menyampaikan bahwa adanya IoT, Internet of Things, memungkinkan kita untuk mengirimkan dan menerima informasi dari tempat yang sangat berjauhan.

Salah satu penerapannya misalnya, dalam sistem peringatan dini bencana. Contohnya banjir, gempa, atau longsor. Pada tempat-tempat yang rawan bencana, misalnya bukit, atau dekat hulu sungai, dibuat stasiun yang memonitor keadaan di sekitarnya, menggunakan sensor fisika.

Untuk air dapat di monitor dengan sensor ketinggian air; gempa dan perubahan struktur permukaan tanah bisa dimonitor dengan sensor getaran atau sensor kemiringan. Pada stasiun tersebut dilengkapi dengan sumber listrik dan jaringan Wi-Fi.

Bila terjadi keadaan genting, misalnya ketinggian air sampai pada batas yang membahayakan, maka informasi diolah oleh mikrokontroler yang bisa terkoneksi ke jaringan Wi-Fi (salah satu contohnya adalah ESP8266), kemudian peringatan dikirimkan oleh mikrokontroler ke alamat email yang sudah dikoneksikan, misalnya alamat email petugas pemantau yang berada di tempat yang jauh (pemukiman penduduk). “Dengan adanya peringatan tersebut, maka penduduk dapat dengan segera melakukan evakuasi, sehingga mencegah timbulnya korban,” ujarnya.

Kegiatan ini ditutup oleh Eko T. Sulistyani yang menyampaikan tujuan dan manfaat kegiatan ini. Diberikan juga sebuah motivasi untuk menyemangati siswa-siswa SMK dengan motivasi agar dapat menjadi pelajar yang berprestasi. Bagaimana menjadi siswa yang tidak biasa-biasa saja, tetapi bisa memanfaatkan waktu dan kesempatan untuk berbuat sesuatu.

Dalam paparannya yang berjudul “Model Pembelajaran Fisika yang interaktif, dan Motivasi untuk berprestasi dalam belajar”, disampaikan bahwa untuk mencapai pelajar yang berprestasi dibutuhkan kiat-kiat. Antara lain siswa harus menempatkan tujuan yang tepat (fokus), jadi niatnya harus benar dan tepat dalam melakukan sesuatu. “Karena hal itu akan menentukan langkah-langkah yang akan diambil,” katanya.

Berikutnya adalah membuat langkah-langkah (Mapping) yang akan dilakukan apa saja untuk meraih apa yang dicita-citakan. Siswa harus bisa menetapkan skala prioritas dalam melaksanakan. “Apa kebutuhan yang mendesak dan harus cepat dilaksanakan dan apa yang tidak mendesak, harus dibedakan,” jelasnya.

Hal yang penting semestinya dikerjakan dulu baru yang agak penting. Untuk meraih keberhasilan dalam suatu usaha harus disiplin dengan langkah yang sudah ditetapkan, jangan mudah tergoda oleh hal-hal yang bisa meluruhkan sebuah cita-cita.

“Harus teguh. Jangan lupa kita harus selalu berusaha  dan berusaha, dan kuncinya harus berdoa memohon kemudahan dariNya. Jangan mudah menyerah, dan taklukkan semua halangan dan rintangan untuk menjalani itu semua. Jangan lupa kesehatan jasmani dan rohani harus dijaga. Makan, minum, istirahat harus cukup. Tanpa adanya badan yang sehat kita tidak bisa melakukan apa yang sudah jadi rencana kita,” paparnya.

Manajemen Waktu

Paparan diakhiri dengan penjelasan bagaimana memanajemen waktu dengan kegiatan organisasi yang sering diikuti oleh siswa. Tidak masalah jika aktif berkegiatan di sana sini, namun harus tetap dapat mengatur waktu dengan baik. Kegiatan positif apapun itu pasti ada manfaatnya.

Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain: 1). Membuat skala prioritas, 2). Konsisten, apapun risikonya, setiap keputusan yang telah dipilih harus tetap dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

3). Cermat dalam memilih organisasi, sesuaikan dengan minat dan kemampuan. 4). Jangan menunda pekerjaan. Dengan ikut organisasi, tanggung jawab akan menjadi banyak. Lakukan pekerjaan sesegera mungkin sehingga pekerjaan tidak menumpuk di akhir waktu.

Dalam berorganisasi juga harus memikirkan 5) tujuan dan target pencapaian,  agar mendapatkan hasil yang maksimal. Harus ingat semangat ini. Berikutnya 6) membuat planning atau to do list. Rencana harus ditulis agar tidak lupa jika ada sesuatu yang mendadak. Strategi berikutnya adalah 7) jaga komunikasi dengan baik kepada siapapun. Dan 8) kurangi kegiatan yang tidak penting. “Dengan mengikuti langkah-langkah yang sudah disampaikan tadi, kalian pasti sukses,” tegas Eko T. Sulistyani mengakhiri paparannya.

Beberapa tanggapan yang diberikan antara lain, Dwi Yono salah satu guru Pipas yang mendampingi menyampaikan bahwasannya acara cukup bagus dan berharap acara seperti ini bisa dilanjutkan pada kesempatan mendatang. Disadari bahwa para siswa sangat kurang untuk ilmu pengetahuan umum semacam dan juga dapat menjadi motivasi tersendiri. “Bahkan mungkin pesertanya ditambah dengan jurusan lain agar semuanya tambah wawasannya,” harapnya.

Guru yang mengkoordinir acara ini, Cahyono pun merasa cocok dengan materi yang diangkat. Diusulkan pula bagaimana agar dalam kegiatan seperti ini ditingkatkan interaksi dan keterlibatan siswa untuk ikut serta dalam praktek-praktek yang diberikan, ditunjang dengan adanya semacam hand out dari materi yang diberikan, sehingga siswa dapat membaca terlebih dahulu materi yang disampaikan.

Isnu, guru Ototronik berharap jika ada video terkait cara perakitannya untuk menuntun pembuatan alat-alat yang didemokan itu, para siswa dapat belajar bagaimana cara membuatnya dan siswa perlu sekali mencoba langsung menggunakan alat-alat yang dipresentasikan.

Ini akan membuktikan bahwa dengan perkembangan ilmu dan teknologi, pengukuran yang tampak sederhana menjadi suatu kegiatan pengukuran dengan waktu lebih efisien. “Acaranya dikemas bagus, pengenalan alat ukur teknik yang semakin berkembang seiring kemajuan teknologi, cocok untuk siswa SMK jurusan Teknik Mesin. Anak-anak lebih semangat lagi dalam mempelajari dunia teknik,” tukas Edi sebagai wali kelas Teknik Mesin.

Sebagai guru Pipas, Dwi Sri Wahyuni menambahkan, ”Pemberian motivasi terhadap siswa semoga bisa menggugah anak-anak lebih semangat dan berprestasi lebih baik lagi sehingga muncul keinginan untuk meningkatkan kemampuan yang ada dalam diri masing-masing. Seandainya ada kegiatan lagi semoga ada keterkaitan langsung dengan kompetensi siswa sehingga anak bisa langsung menerapkan disiplin ilmunya,” katanya di akhir pertemuan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *