Sleman, Jogjakeren.com – Dalam kurikulum MDT Masjid Ummu Dani Salamah (Masdanis), agenda Jumat terpadu kali ini adalah menyelenggarakan kembali kegiatan cooking class.
Adapun menu yang dipilih adalah cake pisang. Cake berbahan dasar pisang ini dipilih karena terkadang pisang yang overcook dibuang begitu saja. Padahal pisang adalah buah yang kaya akan nutrisi mulai dari karbohidrat, serat, vitamin dan mineral. Maka santri diajari untuk memanfaatkan pisang tersebut.
Dengan memanfaatkan pisang yang overcook ini santri diajak mempraktekkan salah satu dari 29 karakter luhur yaitu mujhid muzhid. Selain itu santri dilatih untuk peduli lingkungan dengan meminimalisir sampah organik dan bahkan mengkreasikannya menjadi produk baru yang bernilai.
Juga sebagai media dalam melatih santri untuk memilih dan membiasakan makan makanan sehat dan bergizi, menumbuhkan daya kreasi dan inovasi, mengasah karakter luhur kerja sama yang baik dalam kerja kelompok, mengasah skill memasak cake pisang, serta menambah wawasan pengetahuan tentang gizi pisang dan cake pisang.

Dalam proses pembelajaran hal yang terpenting bagi santri adalah belajar menghargai setiap proses dalam pembuatannya serta merayakan hasil karyanya bersama-sama yang akan menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Kegiatan yang dipandu oleh Susi Arianti, S.Sos. dan Junjung S.H., sebagai praktisi di bidang boga ini diikuti oleh 40 santri yang dibagi menjadi 4 kelompok, Jumat (13/9/2024). Mereka mempraktikkan cara membuat cake pisang dari awal sampai akhir yakni pemanggangan.
“Kegiatan ini berjalan lancar karena fasilitas alat memasak lengkap mulai dari kompor, oven, kukusan, bowl mikser dan lain sebagainya,” kata Susi.
Dukungan penuh dari seluruh stakeholder membuahkan hasil maksimal pada kegiatan cooking class Masdanis ini.





