Diskusi Sastra: J.S. Khairen Hubungkan Hati dan Pikiran Pembaca Lewat Karyanya

J.S. Khairen
Bincang Buku Bersama J.S. Khairen (dok. jurnalis)

Jogjakeren.com – Gramedia Jogja Sudirman menjadi saksi sebuah acara yang penuh inspirasi dan pencerahan, yaitu “Bincang Buku Bersama J.S. Khairen”. Acara yang dihelat pada Sabtu (18/5/2024) ini disambut dengan penuh antusias oleh hadirin yang berasal dari berbagai kalangan.

Salah satu audience menyampaikan terima kasih kepada J.S. Khairen atas buku “Dompet Ayah Sepatu Ibu”, yang membantunya berdamai dengan orang tuanya. Audience tersebut bahkan membawakan oleh-oleh titipan dari ibunya yang berada di Subang, khusus untuk Khairen. Momen ini memperlihatkan betapa besar dampak positif dari karya-karya J.S. Khairen terhadap pembacanya.

Khairen juga berbagi kisah tentang salah satu bukunya bertajuk “Kado Terbaik”. Pernah ada kakak beradik yang jarang berbincang sejak orang tua mereka meninggal, menemukan kembali ikatan keluarga setelah membaca novel tersebut. Selain itu, buku “Kami (Bukan) Sarjana Kertas” juga menyelamatkan seseorang yang hampir bunuh diri, yang akhirnya memutuskan untuk pulang dan memeluk ibunya setelah membaca buku tersebut.

Read More

Pria keturunan Minang ini mengungkapkan bahwa ide-ide yang ia tulis mengalir begitu saja. “Saya tidak di dalam kemewahan untuk bergalau lama-lama. Saya tidak di dalam kemewahan untuk bersenang-senang,” ujarnya.

Menariknya, J.S. Khairen tidak mengidolakan penulis lain secara spesifik. Baginya, setiap penulis yang benar-benar berniat untuk menulis adalah favoritnya. Sikap ini mencerminkan penghargaan Khairen terhadap semangat menulis dan kontribusi setiap penulis terhadap dunia literasi.

Dalam sesi tanya jawab, seorang mahasiswi UGM mengajukan pertanyaan kritis mengenai persepsi masyarakat yang sering kali menganggap bahwa membaca fiksi tidak ada manfaatnya dibandingkan dengan membaca jurnal atau non fiksi.

“Bacalah buku minimal dua kali dalam satu bulan. Satu untuk non fiksi dan satu lagi untuk fiksi. Yang non fiksi diisi untuk kepala, fiksi diisi untuk hati,” tukas Khairen. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pengetahuan dan perasaan yang didapat dari kedua jenis bacaan ini. Mengutip penulis senior, Khairen juga menyampaikan bahwa tulisan seseorang yang jarang membaca fiksi akan terasa hambar, sementara tulisan yang hanya berbasis fiksi akan dangkal.

Beberapa hari sebelum acara ini berlangsung, ia menyebarkan melalui media sosialnya, bahwa ia menantang bagi mahasiswa yang datang menggunakan almameter akan diberikan hadiah berupa novel bebas pilih antara judul “Kami (Bukan) Jongos Berdasi” dan “Kami (Bukan) Sarjana Kertas”. Adanya keterbatasan waktu membuat kompetisi diperebutkan dengan hompimpah dan suit.

Acara diakhiri dengan sesi foto dan tanda tangan buku. J.S. Khairen mengutamakan orang tua yang membawa anak kecil untuk berfoto terlebih dahulu. Ia menuturkan bahwa membawa anak kecil saat bepergian rasanya ingin cepat pulang.

Acara “Bincang Buku Bersama J.S. Khairen” tidak hanya memberikan wawasan tentang pentingnya membaca fiksi, tetapi juga menegaskan bahwa buku dapat membawa perubahan nyata dalam kehidupan seseorang. Dengan karya-karyanya, J.S. Khairen telah membuktikan bahwa ia adalah seorang penulis yang inspiratif dan berpengaruh, yang mampu menghubungkan hati dan pikiran pembacanya melalui kisah-kisah yang penuh makna.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *