Jogjakeren.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Sinduadi adakan pelatihan kemandirian bertajuk ‘Cooking Class’ secara tatap muka di masjid Baiturrahman Pogung, Sinduadi, Mlati, pada Sabtu (11/12/2021) siang.
Dilansir dari laman TribunNews.com, jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia saat ini sebanyak 64,2 juta unit, namun rasio kewirausahaan di Indonesia relatif masih rendah dibandingkan dengan negara lain, yaitu sebesar 3,47 %. Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan rasio kewirausahaan di Indonesia naik menjadi 3,94 persen pada tahun 2024 mendatang.
Mengamini hal ini, Takmir Masjid Baiturrahman Pogung Baru H-15A menginisiasi kerja sama dengan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sinduadi, Mlati, Sleman. “Kami berusaha membekali generus (generasi penerus) LDII dengan berbagai skill kemandirian. Harapannya, ini bisa bermanfaat untuk kehidupan mereka kedepannya,” tutur H. Moch Nur Syamsu, S.Pt., M.Par., CHE., CGSP., selaku Takmir Masjid Baiturrahman yang juga dosen di Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STRIPRAM), Yogyakarta.
Acara yang diikuti oleh 22 remaja LDII ini mengundang Chef Yudanto Ari Widodo selaku pemateri utama. Kegiatan Cooking Class kali ini berfokus pada pembuatan kreasi kue, yaitu Mille Crepes. Bagi penggemar makanan manis, pastinya tak asing dengan kue Mille Crepes.
Kue Mille Crepes dibuat dari adonan kulit crepe berlapis-lapis dengan krim. Biasanya, Mille Crepes disajikan dalam berbagai varian rasa dan warna menarik. “Mille itu lapisan. Jadi, Mille Crepes adalah crepes tipis yang disusun bertumpuk dengan aneka krim lembut,” ujar Chef Ari.
Profil singkat Chef Ari
Chef Yudanto Ari Widodo telah malang melintang selama 20 tahun di dunia perhotelan, baik di dalam maupun luar negeri. Memulai karirnya di Hotel Melia Purosani dan Hotel Hyatt Yogyakarta, kini ia berkarier di Hotel Royal Ambarukmo dan Grand Ambarukmo Yogyakarta. Pria berkacamata ini juga pernah bekerja di Kanuhura Resort & Spa, Maldives serta Burj Al-Arab Dubai.

Saat ini, ia masih konsisten dengan kepakarannya di bidang pastry and bakery. Selain menjadi Chef dan pengusaha, ia juga kerap kali diundang sebagai narasumber, pendidik, dan dosen tamu.
Menutup kegiatan Cooking Class ini, penyelenggara berharap pelatihan kemandirian dapat berkelanjutan. “Harapannya, kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini. Namun, setelah ini, para peserta dapat mengembangkan diri untuk bisa menjadi wirausaha (muda),” tandas Shah Alam, AM.d., Ak.





