Ekstrakurikuler Berbasis Life Skill, Santri MDT Al Fattah Kadirojo II Praktik Membuat Telur Asin

Santri MDT Al Fattah belajar membuat telur asin sebagai pembekalan life skill
Santri MDT Al Fattah belajar membuat telur asin sebagai pembekalan life skill

Jogjakeren.con – Bagaimana cara membuat telur asin? Pertanyaan sederhana itu menjadi awal pengalaman baru bagi 35 santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al Fattah Kadirojo II, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (31/10). Mereka tidak sekadar melihat proses pembuatannya, tetapi ikut belajar dan praktik langsung mengolah telur bebek menjadi telur asin.

Pelatihan ini menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler berbasis life skill atau keterampilan hidup yang digelar di kompleks Masjid Al Fattah Kadirojo II, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

Kegiatan dipandu oleh ibu-ibu Dasawisma LATULIP 14 RT 05 RW 02 Kadirojo II. Salah satu narasumbernya adalah Wirastuti, seorang ustadzah yang juga mengajar di TK-KB Al Fahmi International Islamic School.

Read More

Dalam pelatihan tersebut, para santri dikenalkan dengan bahan dan proses pembuatan telur asin menggunakan telur bebek. Mereka mendapat kesempatan memahami tahapan pengolahan makanan sederhana yang bisa dipraktikkan kembali di rumah.

Bagi anak-anak, pengalaman seperti ini tentu berbeda dari kegiatan belajar sehari-hari. Mereka belajar bahwa sebuah produk makanan membutuhkan proses, ketelitian, dan kesabaran sebelum bisa dinikmati.

Kepala MDT Al Fattah Kadirojo II, Muh Amir Khusna, menjelaskan bahwa pembekalan keterampilan hidup merupakan salah satu bagian dari target pembinaan madrasah. Santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga mempunyai bekal pengetahuan dan keterampilan untuk kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini merupakan salah satu target pembinaan kami di MDT Al Fattah untuk mencetak generasi penerus yang sukses ilmu agama, sukses ilmu dunia, serta memiliki 29 Karakter Luhur. Terutama pembentukan karakter akhlaqul karimah, alim dan faqih, serta berkarakter mandiri,” ujarnya.

Menurutnya, keterampilan sederhana seperti mengolah makanan bisa menjadi bekal awal untuk menumbuhkan kemandirian. Anak-anak juga belajar menghargai proses dan tidak selalu bergantung kepada orang lain.

Ketua panitia kegiatan, Alfian Hafidz, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran kegiatan. “Alhamdulillah, acara berjalan lancar. Besar harapan kami, aktivitas seperti ini bisa memberikan pengalaman baru sekaligus menambah wawasan para santri,” harapnya.

Pelatihan telur asin tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Gowes Generus Cilik MDT Al Fattah Kadirojo II. Sebelumnya, para santri mengikuti kegiatan bersepeda menyusuri sejumlah padukuhan di sekitar Kadirojo II.

MDT Al Fattah Kadirojo II menyelenggarakan acara Gowes, belajar membuat telur asin, dan game edukatif pada Sabtu (31/10)
MDT Al Fattah Kadirojo II menyelenggarakan acara Gowes, belajar membuat telur asin, dan game edukatif pada Sabtu (31/10)

Setelah pelatihan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan edukatif dan makan bersama. Suasana penuh keakraban terlihat ketika santri, pengurus, dan pendamping menikmati rangkaian acara bersama.

Melalui kegiatan ini, MDT Al Fattah Kadirojo II ingin menunjukkan bahwa pendidikan anak tidak hanya soal materi pelajaran. Pengalaman langsung, keterampilan praktis, dan kebiasaan mandiri juga penting untuk dipupuk sejak dini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *