Jogjakeren.com – Sabtu pagi (31/10), suasana di sekitar Masjid Al Fattah Kadirojo II, Purwomartani, Kalasan, Sleman, tampak lebih ramai dari biasanya. Puluhan anak datang membawa sepeda masing-masing. Ada yang sudah siap mengayuh, ada pula yang masih sibuk memastikan sepedanya nyaman digunakan.
Sebanyak 35 santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al Fattah Kadirojo II bersiap mengikuti kegiatan bertajuk Gowes Generus Cilik MDT Al Fattah. Pesertanya beragam, mulai dari anak usia PAUD hingga kelas VI sekolah dasar.
Mengusung semangat “Gowes Sehat, Gowes Nyaman, Gowes Barokah”, kegiatan ini menjadi cara menyenangkan untuk mengajak anak-anak bergerak, menikmati suasana kampung, sekaligus belajar kebersamaan.
Acara yang digagas remaja Masjid Al Fattah tersebut juga mendapat pendampingan dari para guru MDT dan takmir masjid.
Sebelum berangkat, seluruh peserta berkumpul di kompleks masjid. Dewan Pembina MDT Al Fattah, Kyai Ahmad Qosim, memberikan pengarahan dan tausiyah singkat. Ia kemudian memimpin doa agar perjalanan berlangsung lancar dan seluruh peserta kembali dengan selamat.
Rute yang dilalui cukup menarik. Anak-anak menyusuri wilayah Kadirojo II, Temanggal, Tundan, Sidokerto, hingga Sambisari. Sepanjang perjalanan, mereka bisa menikmati suasana perkampungan yang masih asri.
Bagi sebagian anak, bersepeda bersama teman-teman tentu terasa berbeda dibandingkan gowes sendirian di sekitar rumah. Ada kesempatan untuk saling menyemangati, menjaga barisan, dan belajar menyesuaikan kecepatan dengan peserta lainnya.
Meski suasananya santai, keselamatan tetap menjadi perhatian. Para pendamping mengawal perjalanan agar anak-anak tetap berada dalam rombongan.
Setelah menempuh rute yang telah ditentukan, peserta beristirahat di Wisma Auliya, Jalan Mawar, Kadirojo II. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Masjid Al Fattah.
Kepala MDT Al Fattah Kadirojo II, Muh Amir Khusna, menjelaskan bahwa kegiatan di luar kelas seperti ini merupakan bagian dari pembinaan karakter santri.
“Kegiatan ini merupakan salah satu target pembinaan kami di MDT Al Fattah Kadirojo II untuk mencetak generasi penerus yang paham dan sukses ilmu agama, sukses ilmu dunia, serta memiliki 29 Karakter Luhur. Terutama pembentukan karakter akhlaqul karimah, alim dan faqih, serta mandiri,” ungkapnya.
Melalui kegiatan sederhana seperti bersepeda, anak-anak diharapkan semakin terbiasa menjaga kedisiplinan, menghargai teman, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri.
Menariknya, keseruan hari itu tidak berhenti setelah sepeda diparkir. Setibanya kembali di masjid, para santri melanjutkan kegiatan dengan pelatihan life skill membuat telur asin. Mereka juga mengikuti permainan edukatif dan makan bersama.

Ketua Panitia, Alfian Hafidz, bersyukur seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan lancar. Sebelum acara berakhir, panitia juga mengadakan pembagian penghargaan, kemudian kegiatan ditutup dengan salat Dzuhur berjamaah.
Gowes Generus Cilik MDT Al Fattah di bawah naungan LDII Kalasan ini membuktikan bahwa belajar tidak harus selalu dilakukan dengan duduk di dalam kelas. Dari perjalanan menyusuri kampung, anak-anak mendapatkan pengalaman tentang kebersamaan, kepedulian, dan kemandirian.
Bagi para santri MDT Al Fattah Kadirojo II, Sabtu pagi itu bukan sekadar waktu untuk bersepeda. Ada cerita seru dan pengalaman baru yang bisa dibawa pulang.





