Bantul, Jogjakeren.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melalui Dinas Kesehatan menginisiasi Program Bantul Sehat Ekonomi Meningkat Karo Jamu (Seroja) untuk meningkatkan kapasitas pelayanan publik semasa pandemi Covid-19. Bantul Seroja milik Pemkab Bantul ini berhasil masuk ke dalam top 45 ajang kompetisi pelayanan publik Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) tahun 2022.
Dinas Kesehatan Bantul melalui Kepala Puskesmas Sanden, drg. Nunik Novitasari saat menghadiri Pengajian Gaya Hidup Sehat Islami dan Cek Kesehatan Gratis yang digelar DPD LDII Bantul bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Bantul turut mengkampanyekan minum jamu bersama guna menyukseskan Bantul Seroja. Masyarakat yang telah melaksanakan cek kesehatan gratis menerima Dejamu Kalimundu, jamu hasil binaan Puskesmas Sanden.
“Melalui Program Bantul Seroja ini diharapkan perekonomian jamu bisa meningkat. Sehingga orang wisata juga mencari jamu sebagai jajanan sehat,” ujarnya.
Cek kesehatan gratis yang digelar di Pondok Pesantren Al-Barokah Kranggan naungan DPD LDII Bantul ini diikuti 120 santri dan warga sekitar pondok. Layanan kesehatan yang disediakan adalah skrining awal meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, hingga pemeriksaan tekanan darah dan gula darah.

Ketua DPD LDII Bantul, Nanang Dwi Antoro pun mengapresiasi program Bantul Seroja. Menurutnya, program tersebut luar biasa karena karena jamu merupakan warisan leluhur yang sudah terbukti secara klinis maupun empiris dan sudah ratusan tahun mendampingi peradaban masyarakat. “Dengan adanya sistem pengobatan modern, akhir-akhir ini jamu terpinggirkan. Nah, kami usaha untuk mensosialisasikan kembali supaya bisa membiasakan minum jamu dan bisa meningkatkan kesehatan kita,” jelasnya.
Dengan minum jamu, lanjut Nanang, akan ada multiplayer effect, roda perekonomian akan berjalan dan kesehatan masyarakat meningkat. Ia menambahkan, program Bantul Seroja ini seperti gayung bersambut dimana LDII melalui delapan bidang pengabdian, salah satunya adalah kesehatan dan pengobatan herbal.
“LDII sangat menaruh perhatian terhadap pengobatan herbal sebagai solusi pertolongan pertama dalam menjaga kesehatan masyarakat. Kami sangat berterima kasih dengan program tersebut dan akan melanjutkan kolaborasi,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih melalui Kabag Kesra Setda Kabupaten Bantul, Agung Setiawan turut mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi DPD LDII Bantul. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya menambah wawasan keagamaan tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jasmani dan rohani secara seimbang,” ujar Bupati dalam sambutan tertulisnya.
Bupati menilai kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. Terlebih lagi, tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, bagaimana mengintegrasikan gaya hidup Islami dalam menjaga kesehatan tubuh.
“Semoga kegiatan ini dapat memperkuat kesadaran masyarakat Bantul akan pentingnya pola hidup sehat, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan kepedulian sosial melalui layanan kesehatan gratis yang diberikan,” harap Bupati.





