Farid, Peserta Muda Berbakat di Kejurin dan Pasanggiri PERSINAS ASAD PPM Jogja

Pasanggiri PERSINAS ASAD
PPM Ar Royyaan Baitul Hamdi menyelenggarakan kejurin dan pasanggiri PERSINAS ASAD, Sabtu (1/6/2024).

Yogyakarta, Jogjakeren.com – Farid Cahyadi, seorang mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sekaligus santri Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Ar-Royyaan Baitul Hamdi adalah peserta muda berbakat dalam Kejurin dan Pasanggiri. Kejuaraan Intern (Kejurin) dan Pasanggiri adalah acara yang diselenggarakan oleh PPM Ar-Royyaan Baitul Hamdi dalam rangka mengasah kemampuan bela diri pencak silat para santri, Sabtu (1/6/2024).

Farid mengikuti acara ini dengan tujuan mencari pengalaman dan memperdalam ilmu dari para pelatih. Keikutsertaannya tidak hanya sebagai bagian dari warga pencak silat PERSINAS ASAD, tetapi juga sebagai upaya untuk berkontribusi dalam melestarikan pencak slat PERSINAS ASAD.

Sebagai seorang mahasiswa yang juga merupakan santri, Farid memiliki latar belakang yang unik. Di kampusnya UNY, Farid berusaha menyeimbangkan antara studinya dengan kegiatan bela diri, meskipun dirinya mengaku kurang aktif dalam kegiatan tersebut sebelumnya. Namun, dengan semangat dan dukungan dari sekitarnya, Farid memutuskan untuk terjun ke dalam Kejurin dan Pasanggiri PERSINAS ASAD.

Read More
Pasanggiri PERSINAS ASAD
Doa dan support dari tim saat mengikuti kejurin PERSINAS ASAD.

Motivasi utama Farid untuk berpartisipasi dalam Kejurin dan Pasanggiri adalah keinginan untuk mencari pengalaman dan ilmu baru dari para pelatih. Selain itu, ia juga ingin turut andil menciptakan bounding sesama santri melalui acara ini. Farid melihat kesempatan ini sebagai cara untuk mengembangkan diri dan memperluas wawasan di bidang bela diri.

Pengalaman yang didapat Farid dari mengikuti Kejurin dan Pasanggiri sangat luar biasa. Sebagai pengalaman pertamanya mengikuti pertandingan semacam ini, Farid merasa banyak pelajaran berharga yang diperoleh. Mulai dari teknik bertanding hingga etika dalam bela diri, semuanya menjadi bekal berharga untuk pengembangan dirinya ke depan. “Pengalaman yang saya dapat sangat luar biasa, karena ini memang pertama kali saya mengikuti pertandingan di suatu acara,” ujar Farid.

“Tantangan terbesarku adalah mencari waktu latihan yang luang, karena di Jogja juga sebagai mahasiswa, tentu waktu yang digunakan juga terbagi-bagi,” imbuhnya. Namun, perjalanan Farid dalam Kejurin dan Pasanggiri tidaklah mudah. Tantangan terbesar yang ia hadapi adalah mengatur waktu untuk latihan. Sebagai mahasiswa di Yogyakarta, Farid harus pintar-pintar membagi waktu antara kuliah dan latihan bela diri. Kesibukan akademik sering kali membuatnya kesulitan mencari waktu luang untuk berlatih secara konsisten.

Pasanggiri PERSINAS ASAD
Santri PPM Ar Royyaan Baitul Hamdi kompak dalam memeriahkan Kejurin dan Pasanggiri PERSINAS ASAD.

Harapan Farid setelah mengikuti Kejurin dan Pasanggiri ini adalah agar ia bisa lebih giat lagi dalam latihan-latihan yang diadakan oleh para pelatih. Selain itu, ia juga berharap agar generasi muda, terutama para remaja, dapat dikenalkan dengan pasanggiri sejak dini. Menurutnya, pengenalan sejak remaja akan membentuk karakter dan kemampuan bela diri yang kuat di masa depan.

Dukungan dari teman-teman di asrama sangat berperan penting dalam perjalanan Farid mengikuti Kejurin dan Pasanggiri. Mereka memberikan support yang luar biasa, mulai dari dukungan moral hingga bantuan dalam latihan. Teman-teman santri selalu siap mendukung setiap langkah yang diambil Farid, sehingga semua kegiatan dapat berjalan lancar. “Dukungan yang saya dapat dari teman-teman griya PPM sangat luar biasa, mereka begitu men-support semua kegiatan di sini sehingga semua bisa lancar,” tutur Farid.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *