Sleman, Jogjakeren.com – Pemuka Agama Katolik, Drs. B. Belariantata, S.Ag, MM. menyoroti sikap generus yang menerapkan karakter luhur saat kunjungan ke suatu pondok pesantren. Beliau mengagumi tentang penataan sandal yang menghadap keluar. Hal ini ia sampaikan saat mengisi materi ‘Menjaga Kebhinekaan dan Toleransi Sebagai Perekat Persatuan dan Kesatuan Bangsa’ dalam kegiatan yang dihelat oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman.
”Saya kagum dengan penataan sandal yang menghadap keluar tersebut. Tidak biasa saya melihat hal paling remeh dan paling bawah itu diperhatikan,” ungkap Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Pakem tersebut.
Menurut Afif, salah satu peserta yang merupakan perwakilan dari Pemuda LDII, menata sandal menghadap keluar telah menjadi gerakan pembiasaan generus LDII. Hal ini merupakan wujud implementasi dari 29 karakter luhur generasi penerus.
“LDII terus menanamkan karakter luhur yang dirangkum dalam 29 Karakter Luhur sejak dini. Dimulai dari usia pra sekolah hingga pra nikah. Salah satunya dengan menata sandal menghadap keluar ketika di majelis taklim,” jelasnya.
Kegiatan Pembinaan dan Dialog Kerukunan Umat Beragama di Kalangan Generasi Muda ini berlangsung pada Senin (26/5/2025) di The Atrium Hotel dan Resort. Selain Pemuka Agama Katolik, turut hadir pula para pemuka agama lain sebagai wujud moderasi beragama yakni H. Arif Mahfud. S.Ag, M.SI., dan Dr. H. Ariyanto Nugroho, S.KM, M.Sc, selaku Pemuka Agama Islam, serta Dr. Hastho Bramantyo, MA. selaku Pemuka Agama Buddha.





