Sleman, Jogjakeren.com – Suasana semangat dan kesiapan yang membara menyelimuti Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al Fattah Kadirojo 2 pada Sabtu (24/05) lalu. Seluruh santri, didampingi guru-guru profesional, tampak antusias dalam persiapan intensif menuju Jogja Jambore Anak Sholih (JOGJAS) 2025 tingkat Kapanewon Kalasan. Ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sebuah “gemblengan” karakter luhur dan evaluasi pembinaan generasi penerus, mencetak tunas-tunas Qur’ani yang tak hanya cerdas, namun juga berkarakter.
Fokus Enam Cabang Lomba: Persiapan Holistik Santri
JOGJAS 2025 menjadi medan pembuktian bagi enam cabang lomba yang menguji kedalaman ilmu dan kecakapan santri dalam bidang keagamaan. MDT Al Fattah Kadirojo 2, dengan keseriusan penuh, mempersiapkan santri-santrinya untuk bersaing di:
- Musabaqah Tartil Al-Qur’an (MTtQ)
- Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ)
- Musabaqah Adzan (MAZ)
- Musabaqah Tausyiah
- Musabaqah Syarh Al-Qur’an dan Al-Hadits
- Musabaqah Fahm Al-Qur’an (FQ)

Setiap santri yang terpilih sebagai duta MDT Al Fattah Kadirojo 2 mendapatkan bimbingan intensif dari para guru profesional yang ahli di bidangnya masing-masing. Mereka tak hanya dibekali materi dengan pendekatan holistik, namun juga dibedah tuntas mengenai ketentuan lomba dan kriteria penilaian yang akan digunakan.
“Kami ingin memastikan setiap santri tidak hanya menguasai materi, tetapi juga memahami ‘medan perang’ dengan baik. Ini adalah persiapan yang holistik,” ungkap Widyastuti Nurjanah, S. Psi., salah satu guru pembimbing di MDT Al Fattah Kadirojo 2.
Membentuk Karakter Luhur: Filosofi Menang-Kalah dalam Hidup
Lebih dari sekadar meraih podium, MDT Al Fattah Kadirojo 2 menanamkan filosofi hidup yang mendalam kepada para santri. Mereka diingatkan bahwa menang atau kalah dalam perlombaan adalah hal biasa, bagian dari takdir Allah.
“Ibarat ‘manungsa mung ngunduh wohing pakarti’ – manusia hanya memetik hasil perbuatannya. Jika takdir belum berpihak, hati tak perlu berkecil hati, karena itu adalah bagian dari 4 Maqodirulloh yang kami ajarkan di sini: nikmat, musibah, cobaan, dan salah,” jelas Hj. Watik sembari merujuk pada salah satu karakter luhur yang menjadi pedoman MDT Al Fattah Kadirojo 2.
“Dan ketika kemenangan itu datang pada kita, sikap ‘aja dumeh’ – jangan merasa paling unggul, namun harus tetap rendah hati, itulah kunci kebarokahan. Kemenangan sejati adalah ketika hati tetap bersih dari kesombongan,” tambahnya.
Persiapan yang terencana, bimbingan yang profesional, dan penanaman nilai-nilai karakter luhur menjadikan MDT Al Fattah Kadirojo 2 unggul dalam mempersiapkan generasi penerus. Keikutsertaan mereka dalam JOGJAS 2025 bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah perjalanan inspiratif dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki mental baja, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan jiwa ksatria.
MDT Al Fattah Kadirojo 2 siap menorehkan jejak prestasi gemilang dan menjadi teladan bagi madrasah diniyah lainnya.





