Sleman, Jogjakeren.com – Di tengah kepungan awan mendung dan tetesan air hujan yang menyambut Jumat (24/10) lalu, suasana di Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al Fattah Kadirojo 2, Kalasan, Sleman, justru membara oleh semangat eksplorasi. Lembaga pendidikan ini, giat mengembangkan metode pengajaran interaktif, menggelar Kelas Eksperimen Sains yang dibimbing oleh Hafsoh, guru MDT. Reportase dari lapangan menunjukkan bahwa dinginnya cuaca tidak mampu mengebiri antusiasme para santri.
Kegiatan itu menyajikan tiga percobaan yang mampu memancing imajinasi dan nalar santri. Topik yang diangkat, “Fenomena Hujan Warna,” “Pencarian Jejak Misteri,” dan “Proses Pengembangan Balon Secara Mandiri,” dipilih karena kesederhanaannya yang dapat menciptakan efek keajaiban. Hafsoh menjelaskan bahwa setiap langkah dilakukan dengan cermat. Para pendidik memastikan semua bahan tersedia, lalu panduan pelaksanaan disampaikan secara hati-hati, tahap demi tahap.
“Kami melaksanakan kegiatan bertajuk ‘Eksperimen Ilmu Pengetahuan. Materi yang kami sampaikan meliputi ‘Hujan Warna’, ‘Pencarian Jejak Misterius’ dan ‘Pembuatan Balon Mengembang Sendiri’. Kami informasikan bahan-bahan yang digunakan, kemudian memberikan arahan tahapan pengerjaan secara bertahap kepada anak-anak,” tuturnya.
Fenomena yang terjadi di kelas hari itu sungguh layak dicatat. Respons santri melampaui ekspektasi. Peserta didik memperlihatkan kegembiraan yang meluap nyata, dan ekspresi takjub terpancar jelas ketika menyaksikan hasil percobaan. Reaksi polos mereka menjadi tolok ukur keberhasilan program ini.
“Ternyata, para santri sangat bersemangat. Suasana menjadi meriah, dan mereka terlihat begitu takjub,” tambah Hafsoh. Kekaguman santri terekspresi melalui ucapan tulus seperti, “Sungguh keren” dan “Seru sekali”.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan membagi peserta didik ke dalam kelompok kecil, masing-masing berisi empat orang santri. Sistem ini diterapkan guna melatih keterampilan kolaborasi dan membagi tugas. Keberhasilan sebuah tim menuntaskan percobaan seketika memicu sorak sorai dan tepuk tangan meriah, sebuah perayaan atas pencapaian kolektif.
“Ketika mereka berhasil menyelesaikan eksperimen dalam kelompok, mereka spontan bertepuk tangan. Kegiatan ini sangat menyenangkan dan berhasil meraih respon positif,” tutup Hafsoh.
Melalui pendekatan berbasis praktik ini, MDT Al Fattah Kadirojo 2 menunjukkan komitmennya untuk mengubah ilmu pengetahuan dari sekadar teori menjadi sebuah pengalaman yang inspiratif dan memicu eksplorasi. Ini adalah sebuah catatan bahwa pendidikan yang tepat, bahkan di tingkat MDT, dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan pada pembentukan karakter dan minat ilmiah generasi muda.





