Sleman, Jogjakeren.com – Ecoprint & Craft Sangurejo (ECSA) mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan karyanya pada International Conference “Religious Environmentalism in Actions: Knowledge, Movements, and Policies”. Konferensi internasional tersebut digelar PPIM UIN Jakarta yang berlangsung di Jusuf Kalla Library, UIII Campus pada 17-18 Juli 2025.
“Alhamdulillah kami bersyukur mendapatkan undangan dari PPIM UIN Jakarta untuk menampilkan karya-karya dari ECSA,” ujar Pembina ECSA, Ira Fatma.
Didampingi pembina ECSA lainnya, Ertika Fatma, karya yang ditampilkan ECSA merupakan produk ecoprint berbahan dasar ramah lingkungan yang dituangkan dalam kain, tumbler, blangkon, tas dan kerajinan lainnya.
Ira merasa bangga karya-karya ECSA sudah mulai dikenal hingga ke luar wilayah Sangurejo. Banyak yang mengapresiasi hasil karya dari olahan sumber daya setempat.
“Para mahasiswa luar negeri juga mengapresiasi bagus terhadap potensi kearifan lokal dari Sangurejo. Salah satunya pemanfaatan limbah kulit salak sebagai bahan pewarna alami untuk ecoprint,” ujar Ira yang juga owner Omah Fatma.

Disebutkan Ira, para peserta konferensi internasional merasa bangga dengan ECSA karena tidak hanya menjadikan ecoprint sebagai kegiatan mengikuti trend fashion dan craft semata. Namun ternyata ecoprint dapat memberikan banyak kontribusi nyata.
“Seperti menjadi tambahan sumber penghasilan ibu-ibu dalam sanggar ECSA dan bisa ikut berkontribusi dalam membuat produk yang ramah lingkungan,” jelasnya.
Direktur PPIM UIN Jakarta, Didin Syafruddin berkesempatan mengunjungi stand ECSA dan mengapresiasi hasil karya yang ditampilkan. ”Produk ECSA sangat keren dan unik. Semoga semakin menginspirasi dan ditingkatkan terus pengembangannya, penuh berkah,” kata Didin.

Diketahui, sanggar ECSA berdiri saat perintisan Program Kampung Iklim (ProKlim) di Dusun Sangurejo, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman. ProKlim diarahkan untuk mendukung kebijakan pembangunan menuju rendah karbon dan berketahanan iklim. Untuk itu, digalakkanlah kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan ecoprint dengan bahan dasar ramah lingkungan.
“Bangga bisa mendampingi ECSA sejak masih tahap belajar hingga bisa dikenal hingga ke mancanegara sekarang ini,” pungkas Ira.
Pada kesempatan itu, beberapa kerajinan ramah lingkungan juga turut diundang melengkapi pameran pada konferensi internasional PPIM UIN Jakarta. Di antaranya Ahza Patchwork, House of Thalita, Memboemi, dan Mortier.id.





