Banner Kain Ecoprint Menjadi Daya Tarik Prosesi Deklarasi Menuju ProKlim Lestari Sangurejo

proklim
Bupati Sleman Kustini bersama Assisten Bupati Bantul, Kwarda DIY, DPP LDII dan jajarannya.

Sleman, Jogjakeren.com – Memeriahkan Deklarasi dan Training of Trainer Menuju Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari yang diselenggarakan DPP LDII, terdapat beberapa macam stand pameran yang menampilkan produk unggulan Desa ProKlim Sangurejo. Para tamu undangan dan peserta deklarasi diajak berkeliling stand pameran sembari berdiskusi, Senin (16/9/2024).

Dalam deklarasi ini, terdapat 11 stand yang menampilkan produk-produk unggulannya, di antaranya Sako Pramuka SPN, Ecoprint dan Craft Sangurejo (ECSA), Lembaga Pengelola Shodaqoh Sampah Remaja Komplek Masjid (LPSS Rekoma), budidaya lahan marjinal (padi dalam pot), budidaya magot, pupuk organik, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Padukuhan Sangurejo, stand kesehatan, Kelompok Wanita Tani (KWT) Ledok Wuni, Kelompok Tani Tadah Hujan, dan stand perikanan.

Salah satu stand pameran yang menarik perhatian adalah karya seni ecoprint. ECSA merupakan sanggar pemberdayaan masyarakat yang bergerak dalam kegiatan pelatihan ecoprint dan kerajinan yang berlokasi di ProKlim Utama Sangurejo, Wonokerto, Turi, Sleman. Pengurus Asosiasi Eco-printer Indonesia (AEPI) Ira Fatma sekaligus pendiri Omah Fatma manyampaikan kontribusi ecoprint dalam ProKlim adalah dengan mendukung program lingkungan hijau. Dengan kampanye ecoprint yaitu kerajinan yang berbasis ramah lingkungan.

Read More

“Kami mengenalkan ecoprint ke masyarakat, kemudian melakukan pembinaan, pelatihan lalu pemetakan minat dan bakat. Apalagi Sangurejo ini kaya akan hasil alamnya,” ujarnya yang juga mendampingi ECSA.

Sebelumnya, telah dilaunching “29 Karakter Luhur LDII Bidang Lingkungan Hidup”, Living Museum Kampung Iklim Sangurejo”, dan “Sekolah Lansia ProKlim”. Juga dideklarasikan “Sinergi LDII Menuju ProKlim Lestari”. Uniknya, kesemuanya dituangkan ke dalam banner berupa kain yang didesain melalui karya seni ecoprint.

proklim
Ira Fatma dan Tika owner Omah Fatma

Ira Fatma menjelaskan konsep banner dari kain ecoprint tersebut dipilih dari bahan katun, kain dari serat kapas yang ramah lingkungan. Adapun pewarna yang dipakai campuran dari kulit manggis dan kulit mangrove sehingga warnanya menjadi coklat tanah.

“Karena programnya ProKlim salah satunya dengan pengolahan sampah, maka pengolahan sampah ini kami pakai menjadi ecoprint. Potongan dari kardus-kardus bekas kotak makan itu dibentuk menjadi huruf lalu diproses bersama dengan pembuatan ecoprint dari daun-daunannya,” jelasnya.

Terdapat dua kain ecoprint yang dijadikan launching. Satu berisi sinergi LDII mewujudkan kampung ProKlim Lestari di tiga tempat: Sangurejo Sleman, Girikerto Ngawi, RW 05 Agrowisata Pekanbaru. Kain kedua berkaitan dengan launching 29 karakter luhur LDII bidang lingkungan hidup yang dalam pembuatannya ditambah teknik sulaman sasiko, teknik sulaman yang terinspirasi dari gaya jepang.

Ira menambahkan bahwa hasil akhirnya nanti kain-kain ecoprint tersebut akan dipajang di museum ProKlim. “Semoga nanti menjadi warisan ramah lingkungan, dimana jejak yang kami wujudkan melalui media di atas kain menjadi kenang-kenangan mewah untuk semua masyarakat terlebih di Sangurejo, apalagi ada tanda tangan Bupati Sleman dan Asisten Bupati Bantul,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *