Hari Keadilan Sosial 2023, Berikut Potret Perjuangan Pergerakan Keadilan Sosial di Indonesia

Perjuangan Keadilan Sosial
Ilustrasi Hari Keadilan Sosial Dunia. (Foto: diversityincbestpractices.com)

Jogjakeren.com – Hari Keadilan Sosial Sedunia atau World Day Social Justice diperingati setiap tanggal 20 Februari. Di tahun 2023 ini, tema yang diambil yaitu “Overcoming Barriers and Unleashing Opportunities for Social Justice”. Kita dapat melihat bagaimana potret perjuangan pergerakan keadilan sosial di Indonesia, terutama pergerakan dalam pelestarian lingkungan dan penanggulangan bencana alam.

Tanggal 20 Februari merupakan Hari Keadilan Sosial Sedunia atau World Day Social Justice. Dilansir dari DetikJateng, keputusan tersebut ditetapkan oleh majelis umum PBB pada tahun 2007. Tujuanya yaitu menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya keadilan social bagi perdamaian, kemajuan, dan keamanan dunia.

Dengan ditetapkannya Hari Keadilan Sosial Sedunia tersebut, PBB menyadari perlunya inisiatif global dalam bidang pendidikan. Pendidikan menjadi upaya untuk memajukan kesejahteraan sosial, mengentaskan kemiskinan, dan menumbuhkan kesetaraan gender.

Read More

Sejarah Hari Keadilan Sosial Sedunia

Pada tahun 1955, dilaksanakan KTT atau Konferensi Tingkat Tinggi Dunia di Kopenhagen, Denmark. KTT ini diadakan dalam rangka Pembangunan Sosial dan menghasilkan Deklarasi serta Program Aksi Kopenhagen.

Lebih dari 100 pemimpin politik berjanji mengentaskan kemiskinan, bekerja menuju lapangan kerja penuh, dan menciptakan masyarakat yang stabil, aman, dan adil. Mereka juga memutuskan bahwa mereka perlu menempatkan manusia sebagai pusat dari rencana pembangunan.

Pada tahun 2005, negara-negara anggota PBB meninjau Deklarasi dan Program Aksi Kopenhagen pada sesi Komisi Pembangunan Sosial. Mereka berkomitmen memajukan pembangunan sosial. Sehingga pada 26 November 2007, Majelis Umum PBB mengumumkan tanggal 20 Februari diperingati sebagai Hari Keadilan Sosial Sedunia.

Hari Keadilan Sosial Sedunia 2023

Dilansir dari website PBB, Hari Keadilan Sosial Sedunia pada tahun ini mengangkat tema “Overcoming Barriers and Unleashing Opportunities for Social Justice” atau “Mengatasi Hambatan dan Membuka Peluang Keadilan Sosial”.

Saat ini berbagai krisis seperti oleh meningkatnya ketidaksetaraan, konflik dan melemahnya peran lembaga-lembaga di masyarakat. Oleh karena itu, Hari Keadilan Sosial Sedunia 2023 ini menjadi  kesempatan untuk mendorong dialog antar negara anggota PBB, pemuda, mitra sosial, masyarakat sipil, organisasi PBB dan pemangku kepentingan lainnya untuk berperan meningkatkan keadilan sosial.

Potret Perjuangan Pergerakan Keadilan Sosial di Indonesia

Dilansir dari unida.ac.id, Fachri Helmanto, M.Pd. selaku dosen di Universitas Djuanda menyampaikan bahwa pengertian keadilan sosial masih mengarah pada hal ambigu.

Berdasarkan KBBI, keadilan sosial diartikan sebagai kerja sama untuk menghasilkan masyarakat yang bersatu secara organis sehingga setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan yang sama dan nyata untuk tumbuh dan belajar hidup berdasarkan kemampuan aslinya.

Bedasarkan pengertian tersebut, pola pergerakan perujuangan keadilan sosial di Indonesia merujuk pada landasan filosofis Indonesia, yaitu Pancasila terutama sila ke-5. Saat ini pergerakan keadilan sosial di Indonesia berorientasi pada pelestarian lingkungan dan penanggulangan bencana alam.

Pelestarian Lingkungan

Di berbagai daerah, terutama perkotaan, berbagai kegiatan, program, dan kampanye pelestarian lingkungan terus meningkat. Kita bisa melihat perubahan konsumsi masyarakat terhadap barang-barang yang tidak ramah lingkungan perlahan bekurang. Penggunaan kantong plastik di supermarket diganti dengan kantong ramah lingkungan. Penggunaan gelas kertas dan sedotan besi untuk menyeduh kopi instan juga semakin digemborkan untuk mengurangi limbah plastik.

Pengolahan limbah juga ikut diperbaiki. Perizinan perusahaan, terutama mengenai pengelolaan limbah, semakin ketat. Pengelolaan bank sampah juga semakin baik walaupun diiringi dengan peningkatan volume sampah. Peran kaum muda pun semakin tampak melalui berbagai berbagai produk inovasi dan kampanye pelestarian lingkungan.

Penanggulangan Bencana Alam

Tak hanya keadilan sosial dalam rangka pelestarian lingkungan, masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang peduli sesama. Dapat kita lihat dari banyaknya bakti sosial dan penggalangan dana untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Misalnya saja terjadinya gempa Cianjur beberapa waktu lalu, seluruh elemen masyarakat turut membantu para korban. Bahkan terdapat imbauan pemerintah untuk mengalihkan pendapatan masjid sebesar 50% untuk membantuk korban bencana tersebut.

Banyak mahasiswa dan masyarakat turun ke jalan dan ke tempat lokasi untuk membantu. Para seniman hingga manusia silver turut memainkan keterampilannya. Para peserta didik diajarkan untuk membantu sesama melalui penggalangan dana di sekolah. Sejumlah organisasi masyarakat seperti forum suku tertentu, kelompok keagamaan, hingga kelompok profesi juga turut mengajak masyarakat untuk memberikan bantuan dalam bentuk uang maupun barang.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *