Idul Adha: Semangat Berkurban dan Berbagi dalam Membangun Ukhuwah Islamiyah

Idul Adha
Mukhlis Faaza Setiawan, S.Kom. (kiri) bersama Anggota Koramil Kemantren Jetis Yogyakarta (kanan)

Sleman, Jogjakeren.com – Idul Adha, sebuah momen sakral bagi umat Muslim, kembali hadir dengan berbagai kegiatan yang memperkokoh tali persaudaraan dan kebersamaan. Di Kemantrem Jetis, Senkom dan PC LDII menunjukkan dedikasinya dalam berbagi kebahagiaan melalui tradisi kurban.

Mukhlis Faaza Setiawan, S.Kom., yang menjabat sebagai Ketua PC LDII sekaligus Ketua Senkom Mitra Polri Kemantren Jetis, memimpin rangkaian kegiatan mulia ini. Bersama tokoh NU dan pegawai kalurahan, mereka berkomitmen untuk menyebarkan kebaikan dengan cara terbaik yang mereka bisa.

Idul Adha
Wakil Syuriah MWCNU Kemantren Jetis (kiri) dengan Ketua PC LDII Kemantren Jetis (kanan)

Pada perayaan kali ini, sekitar 700 kantong daging kurban disalurkan kepada masyarakat sekitar, khususnya yang berada di sekitar Masjid Al-Manshurin naungan PC LDII Jetis, Pingit. Ini tidak sekadar menjadi bagian dari tradisi, tetapi juga menunjukkan budi luhur serta makna mendalam dari Idul Adha itu sendiri.

Bacaan Lainnya

“Makna Idul Adha bukan hanya tentang berkurban, tetapi juga tentang kepedulian dan kebersamaan. Alhamdulillah, masyarakat sekitar banyak yang mengikutsertakan putra-putrinya dalam kegiatan TPA kami,” ujar Faaza.

Selama ini, hubungan baik Senkom dan PC LDII Kemantren Jetis dengan tokoh masyarakat, seperti kelurahan, kemantren, Polsek, Koramil, KUA, NU, dan Muhammadiyah, terus terjalin kuat. Hal ini membangun ukhuwah Islamiyah yang kokoh dan hubungan yang berkelanjutan dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

Idul Adha
Ketua PC LDII Jetis (kiri) bersama Bhabinkamtibmas Kemantren Jetis (kanan)

“Tidak hanya dalam kegiatan kurban, kami juga aktif dalam memberikan dukungan kepada instansi lain, seperti Polsek dan Koramil. Ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga sebagai wujud nyata dari kepedulian kami terhadap lingkungan sekitar,” tambah Faaza. Dengan eksistensi positif seperti ini, diharapkan bahwa LDII semakin dikenal sebagai bagian yang aktif dan bermanfaat dalam masyarakat.

Idul Adha bukan hanya tentang ritual, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat saling berbagi, berempati, dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam bingkai ukhuwah Islamiyah yang kokoh. Semoga semangat kebaikan ini terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi kita semua.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *