Jogja Punya YIA, Bandara Keren di Kulon Progo

Bandara YIA (sumber : dokumentasi YIA)
Bandara YIA (Foto : dokumentasi YIA)

Jogjakeren.com – Kalian semua sudah tahu ‘kan, Jogja punya Yogyakarta International Airport (YIA) yang keren di Kulon Progo. Bandara ini sudah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat (28/8/2020) lalu. Dalam acara peresmian, Jokowi melontarkan beberapa pujian untuk bandara yang dibangun sejak tahun 2018 lalu.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X turut serta dalam arsitektur bandara YIA. Jokowi menyebut bahwa waktu pembangunan bandara relatif singkat namun tercipta arsitektur yang keren. Bandara YIA juga memiliki fasilitas lengkap, termasuk panjangnya landasan pesawat. “Kearsitekturan dan semua interior ini sangat bagus. Saya melihat secara detil. Pengerjaannya menurut saya terbaik saat ini di Indonesia,” kata Jokowi.

Peresmian YIA oleh Jokowi
Peresmian YIA oleh Jokowi (Foto: yogyakarta-airport.co.id)

Keunggulan Bandara YIA

Jika suatu saat berkesempatan mengunjunginya, tentu takjub akan kalian rasakan. Bandara seluas itu dengan landasan yang sangat panjang. Bandara YIA memiliki landasan pesawat sepanjang 3.250 meter. Dengan panjangnya landasan pacu ini membuat pesawat yang besar maupun berat, seperti pesawat Boeing 747, Boeing B-777, atau Airbus A-380,  bisa mendarat dengan mulus di landasan ini.

Read More

Kerennya lagi, tidak hanya memiliki landasan yang panjang, luas Bandara YIA juga mencapai 219.000 meter persegi. Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi menyebutkan bahwa Bandara YIA memiliki sejumlah keunggulan. Salah satunya terminal bandara yang saat ini mampu melayani 20 juta penumpang per tahun. Angka ini jauh melebihi Bandara Adisutjipto yang hanya memiliki kapasitas 1,8 juta penumpang.

Selain beberapa keunggulan di atas, Bandara YIA diklaim sebagai bandara pertama di Indonesia yang mampu menahan gempa hingga 8,8 SR. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita mengatakan, bandara ini dilengkapi dengan sistem pengamatan gempa bumi dan peringatan dini tsunami.

Alat-alat tersebut antara lain pemantau kondisi cuaca seperti AWOS, radar, deteksi windshear dan deteksi abu vulkanik. Tidak hanya sampai di situ saja, keunggulan lain Bandara YIA yakni terdapat gedung terminal dan gedung pusat krisis yang dapat difungsikan sebagai shelter evakuasi jika terjadi tsunami.

Fasilitas Bandara YIA

Sebagaimana diberitakan dari Harian Kompas, 22 November 2018, Bandara YIA dilengkapi dengan fasilitas kargo yang memadai di mana eksportir akan memilih mengirim barang lewat bandara ini daripada Pelabuhan Tanjung Emas. Sebab, pengiriman melalui bandara ini dinilai akan lebih efisien dan hemat waktu.

Untuk akses kereta api, saat ini memang belum ada kereta api yang langsung berhenti di bandara ini. Akses kereta api diharapkan memudahkan akses wisatawan ke beberapa wilayah destinasi. Untuk sementara, layanan kereta api bandara akan berhenti di Stasiun Wojo, Stasiun Tugu Jogja, dan Kabupaten Purworejo. Adapun rel kereta api bandara masih dalam dibangun.

Menurut situs resmi Bandara YIA yogyakarta-airport.co.id, ada sejumlah kios atau gerai berbelanja dan restoran yang dapat dikunjungi pelanggan. Adapun kios-kios tersebut yakni KFC, Periplus, Polo, Solaria, dan lainnya. Tak hanya itu, bandara ini juga memiliki fasilitas untuk penukaran uang, atm dan bank, pengembalian pajak, layanan bebas bea, dan ruang charging.

Mendukung Sektor Pariwisata

Tujuan lain dibangunnya bandara di perbatasan agar wisatawan manca negara yang ingin mengunjungi objek wisata di kawasan Jawa Tengah bisa mendarat di Bandara YIA. Selama ini, turis manca negara yang langsung dari luar negeri hanya melewati dua penerbangan dengan pesawat kecil dari Singapura dan dari Malaysia.

Dengan pesawat berbadan besar yang mendarat di YIA, bisa menampung 400-500 orang turis. Oleh karena itu, Faik berharap adanya bandara ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Bagi warga Yogyakarta maupun Jawa Tengah yang hendak mengakses bandara ini dapat menggunakan transportasi publik kereta api dari Stasiun Tugu Jogja yang membutuhkan waktu sekitar 40 menit.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *