Kadisdikpora DIY: Pentingnya Membangun Pendidikan Karakter Sejak Dini

pendidikan karakter
Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya, SE, M.Pd.

Jogjakeren – Tahun 2045 terdapat momen 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Pada momen tersebut terjadi bonus demografi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak.

“Indonesia berpotensi menjadi negara kuat dan maju bila momen-momen tersebut disiapkan lebih awal. Sebaliknya jika tidak dipersiapkan dengan baik, bonus demografi tersebut akan menjadi beban suatu bangsa,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY Didik Wardaya, S.E., M.Pd. saat menjadi narasumber Focus Group Discussion (FGD)-2 Pra Muswil DPW LDII DIY, Sabtu (31/7/2021).

Dalam materinya berjudul “Peta Jalan Menuju Generasi Emas Indonesia 2045”, Didik memaparkan bahwa banyak fenomena yang terjadi saat ini yang mempengaruhi pendidikan karakter. Seperti informasi hoaks, tuntutan perusahaan tentang profesionalisme, toleransi dan teposliro melemah. “Ini menjadi tantangan bagaimana membangun pendidikan karakter yang mampu diterjemahkan oleh generasi milenial,” katanya.

Read More

Didik mengungkapkan, konsistensi perhatian terhadap pembangunan berkelanjutan di berbagai bidang belum terjaga dengan baik sehingga hasilnya belum optimal. “Pembangunan karakter itu sendiri sebenarnya merupakan cita-cita luhur yang sudah ada di dalam pancasila maupun undang-undang,”ungkapnya.

Visi Indonesia adalah mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan bergotong royong. “Sehingga pada tahun 2045 nanti, tujuan pendidikan Indonesia tidak akan lepas dari konsep yang sekarang,” jelasnya.

Menurutnya, ke depan yang lebih dibutuhkan adalah Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas baik dasar, instrumental, kebangsaan, maupun global.

Berbicara karakter, tentunya ada permasalahan yang menjadi tantangan bersama. Seperti masih banyak guru yang belum merealisasikan pendidikan karakter dalam ajar mengajar. “Banyak sekali tuntutan akademik yang ditargetkan untuk diselesaikan oleh guru, sehingga dalam membangun sebuah pendidikan karakter menjadi tugas kita bersama,” ujar Didik.

Akhir paparannya, Didik mengingatkan pentingnya nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Pancasila jangan disimpan dalam peti mati, tapi jadikan pegangan berbangsa untuk kini dan nanti. Pancasila merupakan sebuah alat pemersatu bagi kita, sehingga harus terus ditanamkan di masa yang akan mendatang,” pungkas Didik.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *