Jogjakeren.com – Yogyakarta dikenal sebagi kota pelajar, kota pendidikan. Sebagai kota pendidikan, selain pendidikan akademis, pelajar di Kota Yogyakarta juga penting ditanamkan pendidikan karakter. Menuju tahun 2045 di mana Indonesia berada dalam bonus demografi, pendidikan karakter menjadi penting untuk membentuk karakter suatu bangsa.
Sejalan dengan kondisi tersebut, dalam pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD)-2 Pra Muswil DPW LDII DIY tema yang diangkat adalah “Penguatan Pendidikan Karakter untuk Menyongsong Generasi Emas 2045″. Salah satu narasumber yakni Koordinator Bidang Pendidikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII Dr. Drs. Basseng, M. Ed. memaparkan pendidikan karakter melalui platform e-learning Pondokkarakter.com didampingi Ketua Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan, Thonang Efendi, S.T.P.
“Platform Pondokkarakter.com merupakan salah satu upaya konkret LDII dalam membentuk karakter profesional religius,” ungkapnya kepada peserta FGD-2 DPW LDII DIY secara daring, Sabtu (31/7/2021).
Selain itu, para stakeholder pendidikan bisa belajar bagaimana membentuk generasi muda yang profesional religius. Mulai dari dalam kandungan sampai memasuki usia lansia.
“Seperti telah kita ketahui bahwa karakter itu terkadang naik turun, sehingga perlu sering dikawal. Mulai dari lahir kemudian memasuki usia PAUD, caberawit, pra remaja, remaja, dewasa, lansia hingga menutup akhir hidupnya karakter tetap dijaga. Oleh karena itu pembangunan karakter merupakan upaya komprehensif mulai dari kandungan hingga tutup usia,” jelasnya.
Basseng menyampaikan, Pondokkarakter.com itu tidak diperuntukkan bagi siswa secara langsung. Akan tetapi diperuntukkan bagi stakeholder pendidikan. Pendidikan karakter itu adalah tanggung jawab semua pihak. Bukan cuma guru saja, tetapi tanggung jawab orang tua juga.
Sebab itu Pondokkarakter.com sebagai sumber pembelajaran bagi stakeholder pendidikan untuk meningkatkan kompetensi dalam mencetak generasi muda profesional religius. Stakeholder yang dimaksud adalah para orang tua, guru/ mubaligh-mubalighot, pamong, tenaga kependidikan, kepala sekolah, dan pengelola yayasan.
Indonesia emas tahun 2045 adalah sebuah konteks di mana diketahui seperti apa Indonesia saat itu. Dalam Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang bahwa pada tahun 2045 Indonesia akan sejajar dengan negara-negara maju. Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi kurang lebih 5-6%. Tetapi hal yang perlu diperhatikan bahwa 100 tahun setelah kemerdekaan itu income perkapita sudah sama pendapatan negara maju. “Bahwa untuk mencapai itu, tentunya dibutuhkan sumber daya manusia yang profesional dan religius,” tambahnya.
Untuk mencapai cita-cita tersebut, semua pihak baik dari pemerintah maupun swasta ikut bekerja sama. LDII sebagai civil society dituntut berkontribusi untuk mewujudkan hal itu. Sumber Daya Manusia (SDM) yang bisa membantu Indonesia mewujudkan visinya adalah SDM yang profesional dan religius.
“Karena itu, LDII membangun sebuah platform Pondokkarakter.com untuk mewujudkan generus profesional dan religius. Karakter itu berada di dalam hati. Jika hati sesorang itu rusak maka rusak seluruh badannya,” tandasnya.
Sistem pendidikan profesional religius ditandai dengan adanya Tri Sukses yaitu alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri. Lalu enam Tabiat Luhur yaitu rukun, kompak, amanah, jujur, kerja sama yang baik, dan mujhid muzhid.
“Inilah karakter-karakter yang dibangun di dalam sistem profesional religius. Jadi cakupan kerja LDII telah mencover semua dari manusia lahir hingga kemudian meninggal dunia. Karakternya tetap dijaga hingga menjadi profesional religius kapanpun, dimanapun dia berada,” tutupnya.





