Yogyakarta, jogjakeren.com – Pada Sabtu (30/3/2024), Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Ar-Royyan Baitul Hamdi menggelar acara penutupan asrama Ramadhan 1445 H. Acara yang berlangsung di Masjid Ar- Royyan Baitul Hamdi ini menjadi momen yang dinantikan oleh para santri setelah padatnya jadwal selama asrama Ramadan. Penutupan asrama ini melibatkan dua pemateri, yakni Faqih Kuncoro dan Ust. Ade Imam. Acara dibuka dengan sosialisasi pengadaan jersei oleh Faqih yang dilanjutkan dengan nasihat pemantapan agama oleh Ust. Ade.
Asrama ramadan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan Ramadhan, mulai hari pertama sampai hari kedua puluh ramadan. Bagi para santri, penutupan asrama ini bukan hanya sekadar akhir dari suatu kegiatan, tetapi juga menjadi awal dari kegembiraan karena mereka akhirnya bisa kembali ke pelukan keluarga tercinta. Setelah berpisah selama beberapa waktu dan dapat merayakan hari Raya Idul Fitri bersama.
Dalam rangkaian acara penutupan asrama. Faqih Kuncoro, memulai acara dengan menyampaikan sosialisasi pengadaan jersei PPM. Hal ini sebagai upaya untuk memperkuat identitas dan solidaritas di antara para santri. Faqih Kuncoro dengan lugas dan penuh antusiasme memperkenalkan konsep dengan memberikan tiga pilihan desain agar santri dapat memilih jersei mana yang ingin dikehendaki. Kemudian acara ditutup dengan nasihat pemantapan agama oleh Ust. Ade Imam.

“Semangat menjadi mubaligh dan sarjana, insya Allah nanti rezeki akan mengikuti,” ujar Ust. Ade Imam dalam sesi nasihat. Menjadi mubaligh dan sarjana bukanlah sekadar sebuah profesi atau gelar akademis, tetapi sebuah panggilan jiwa untuk berkontribusi bagi kebaikan umat dan memperjuangkan agama. Dengan ilmu yang para santri dapatkan dan semangat yang mereka miliki, para santri dibentuk untuk siap menghadapi tantangan dan rintangan yang ada di depan dengan penuh keyakinan, bahwa Allah SWT akan selalu menyertai mereka dalam setiap langkah perjalanan hidup.
Dalam selang waktu sesi nasihat, diselingi dengan pembagian ice cream kepada para santri. Hal ini merupakan ciri khas dalam setiap penutupan asrama yang ada di PPM Ar-Royyan Baitul Hamdi. Para santri sangat menikmati ice cream tersebut dengan tetap fokus memperhatikan dan mencatat nasihat pemateri.
Setelah asrama Ramadhan ditutup, beberapa santri juga memberikan nasihat dan pengalaman pribadi mereka. Della, salah seorang santri angkatan 2022, berbagi pengalamannya tentang keseruan mencari takjil di masjid, yang mana menjadi momen yang penuh berkah dan kebersamaan. “Saya sangat menikmati momen mencari takjil di masjid bersama teman-teman. Selain mendapatkan hidangan yang lezat, juga terasa lebih berkah karena dilakukan di tempat yang penuh keberkahan,” ucap Della penuh antusias.

Selain itu, Zaki yang juga santri angkatan 2022 memberikan pesan kepada para santri untuk benar-benar memanfaatkan kesempatan berharga di bulan Ramadhan ini. “Dalam bulan Ramadhan ini, mari kita benar-benar memanfaatkan setiap kesempatan untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya. Jadikanlah bulan ini sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan ibadah kita,” ujar Zaki penuh semangat.
Dengan semangat yang membara dan keyakinan yang teguh, para santri meninggalkan asrama Ramadan dengan tekad yang bulat untuk terus berusaha dan memperjuangkan cita-cita mereka sebagai mubaligh yang sarjana, sarjana yang mubaligh. Mereka yakin bahwa dengan ridho dan pertolongan dari Allah SWT, segala usaha dan perjuangan yang mereka lakukan insya Allah akan mendapatkan balasan yang berlimpah dari-Nya.





