Bantul, Jogjakeren.com – Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, mengajak generasi muda menjauhi judi online dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang dapat merusak kehidupan rumah tangga. Ia berharap organisasi kemasyarakatan, termasuk LDII, berperan aktif membina generasi muda melalui kegiatan positif dan edukasi literasi keuangan.
Hal tersebut disampaikan Aris saat menerima audiensi pengurus DPD LDII Kabupaten Bantul di ruang kerjanya, Kamis (5/11/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana Musyawarah Daerah (Musda) IX LDII Bantul sekaligus menjadi ajang silaturahim dan koordinasi dalam pemberdayaan generasi muda.
Aris mengungkapkan, salah satu persoalan yang menjadi perhatiannya adalah tingginya angka perceraian di Bantul, terutama pada pasangan usia muda. Berdasarkan penelusuran pemerintah daerah, judi online dan pinjol menjadi salah satu faktor yang turut memicu keretakan rumah tangga.
“Angka perceraian tinggi itu didominasi rumah tangga muda. Setelah kita telusuri, ternyata ada yang terlibat judi online dan pinjaman online,” ungkapnya.
Menurut Aris, dampak praktik tersebut tidak hanya dirasakan pelaku, tetapi juga dapat merembet kepada anggota keluarga lainnya. Ia mencontohkan kasus penyalahgunaan rekening anggota keluarga untuk aktivitas judi online yang berimbas pada status penerimaan bantuan sosial orang tua.
Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, Pemkab Bantul pernah bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar pembinaan literasi keuangan bagi 75 pasangan calon pengantin. Ia berharap edukasi serupa terus diperluas, terutama kepada kalangan muda agar memahami pengelolaan keuangan dan terhindar dari jeratan pinjol maupun judi online.
“Kami berharap kegiatan-kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan. Jangan sampai generasi muda terjerumus ke judi maupun pinjol. Mereka juga membutuhkan literasi tentang pengelolaan keuangan yang tepat,” pesannya.
Aris mengapresiasi rencana kegiatan LDII Bantul yang menghadirkan ruang interaksi dan pembinaan bagi generasi muda. Ia juga mengajak pengurus LDII turut mengingatkan warga mengenai berbagai perilaku negatif yang dapat mengancam masa depan generasi penerus.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Bantul, Nanang Dwi Antoro, melaporkan bahwa Musda IX LDII Bantul akan digelar pada 22 November 2026. Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan Alkarima Festival pada 21–22 November 2026 di kompleks Pondok Pesantren Nur Aisyah, Jetis, Bantul.
Alkarima Festival menghadirkan sejumlah kegiatan untuk berbagai kelompok usia. Pada Sabtu (21/11/2026), panitia menggelar Festival Anak Saleh tingkat Kabupaten Bantul dan kelas digital berupa pelatihan videografi serta fotografi bagi generasi muda. Malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan Ngopi Bareng untuk mempererat keakraban antargenerasi muda.
Adapun pada Minggu (22/11/2026), agenda meliputi jalan sehat dan pengajian yang melibatkan remaja. Panitia juga menyediakan bazar sedekah barang bekas layak pakai serta pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Jetis.
Bazar tersebut menjadi bentuk dukungan LDII terhadap upaya pengurangan sampah melalui prinsip reuse atau penggunaan kembali barang yang masih layak pakai.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, LDII Bantul berharap Musda IX menjadi momentum memperkuat pembinaan generasi muda, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat sinergi dengan pemerintah daerah.





