Jogjakeren.com – Di bulan suci seperti saat ini, biasanya masyarakat Indonesia melakukan kegiatan keagamaan di malam hari seusai shalat tarawih berjamaah di masjid.
Ada sebagian masyarakat yang menargetkan mengkhatamkan membaca Alquran selama bulan Ramadhan. Untuk itu mereka akan berdiam di masjid lebih lama dibanding di luar bulan Ramadhan.
Untuk menunjang kegiatan itu, biasanya disediakan aneka makanan ringan (takjil) dan minuman untuk menemani mereka yang melakukan tadarusan tersebut.
Sudah bukan rahasia lagi ketersediaan aneka snack itu adalah partisipasi urunan dari para jamaah sendiri atau dari warga yang tinggal di sekitar masjid yang menghidupkan-hidupkan malam di bulan penuh pengampunan ini.
Banyak snack sehat dan lezat yang baik untuk kesehatan yang bisa jadi pilihan. Hanya saja perlu diperhatikan, selain sehat, snack yang dipilih juga sebaiknya dapat membuat tubuh lebih berenergi, sehingga dapat menunjang kegiatan tadarusan yang berlangsung.
Idealnya, snack sehat adalah jenis camilan yang rendah kalori, tetapi banyak mengandung protein, serat, vitamin, dan mineral. Selain itu, suatu camilan dapat dikatakan sehat apabila rendah lemak dan tidak banyak mengandung gula, termasuk pemanis buatan. Untuk itu kehadiran makanan yang digoreng sebaiknya tidak terlalu banyak. Lebih baik lagi jika snack yang disajikan adalah camilan yang diolah dengan cara dikukus atau direbus, contohnya kue nagasari, mendut, klepon, tahu isi sayuran, edamame, pisang, jagung, ubi, kacang rebus, puding dan lain sebagainya.
Hal menarik yang mungkin tidak banyak diketahui orang tentang mengonsumsi edamame, adalah snack sehat yang kaya akan protein dan karbohidrat kompleks yang dapat memberi tenaga ekstra sekaligus membuat anda merasa kenyang lebih lama. Kacang edamame juga kaya akan folat, antioksidan, serat, zat besi, magnesium, dan mangan. Jadi tidak masalah menghadirkan cemilan ini sesering mungkin di malam tadarusan.
Buah-buahan juga sangat baik ditambahkan dalam menu sebagai pelengkap, misalnya pisang, jeruk, duku, semangka, melon, pepaya, salak atau rambutan.
Tidak kalah penting yang sebaiknya mendapat perhatian adalah kemasan atau pembungkus snack yang digunakan. Pilihlah kemasan snack yang ramah lingkungan, seperti daun pisang atau kertas. Sebisa mungkin penggunaan pembungkus dari bahan plastik diminimalisir. Hal ini akan sangat menunjang program pemerintah dalam pengolahan sampah organik. Dengan demikian masyarakat secara tidak langsung ikut serta berperan dalam penyelamatan lingkungan hidup.
“Ada beberapa contoh takjil sehat yang sudah dilakukan jamaah Masjid Ummu Dani Salamah (Masdanis) naungan PC LDII Kalasan dua tahun terakhir ini yang bisa diikuti. Seperti kurma, lepet jagung, kue bolu, dan sejenisnya yang kebanyakan dikukus,” ungkap Titie Moka, salah satu jamaah Masdanis.




