Jogjakeren – Keterbatasan APD dan meningkatnya jumlah jenazah terkonfirmasi Covid-19 menyebabkan relawan dan satgas Covid-19 terpaksa menunggu lama hingga APD kering kembali. Saat ini intensitas pemakaman dalam sehari bisa 3-4 jenazah sebagaimana di Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Ada beberapa titik pemakaman di sana,
Untuk itu, Disaster Response Unit (DERU) Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat (DPKM) UGM menggalang bantuan dari satuan kerja di UGM dan sumbangan masyarakat.
Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat DPKM UGM, Ir. Nanung Agus Fitriyanto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM. bersama Kepala Sie Pembinaan Masyarakat Destina Kawanti, S.Si., M.IP. menjelaskan bahwa bantuan kali ini meliputi Alat Pelindung Diri (APD), kasur (bed), dan peti jenazah Covid-19.
“APD yang dibagikan berupa masker, disinfektan dan hand sanitizer, sedangkan bed untuk keperluan isolasi mandiri kalurahan atau shelter-shelter relawan. Selanjutnya DERU pun menyiapkan dukungan berupa peti mati,” jelas Nanung.
Destina menambahkan bahwa bantuan tahap I-II sebanyak 66 kasur sudah dibagikan kepada shelter di Bantul dan Sleman. Sebelumnya 50 kasur telah didistribusikan. Saat ini DERU UGM pun menambahkan 30 kasur lagi. Adapun jumlah sementara bantuan yang terdata di wilayah Bantul meliputi 45 shelter di 41 desa/kalurahan dan 16 kecamatan/kapanewon.

Sementara itu, pemerintah Kalurahan Wirokerten, Banguntapan, Bantul dan masyarakat mengapresiasi bantuan APD dari DERU UGM. Menurut mereka kualitasnya sangat bagus. Masyarakat Wirokerten merasa sangat terbantu. Pelayanan publik di masa pandemi pun tetap dapat berjalan baik.
“Secara material bahan APD sangat bagus dan tidak tembus jika kena air sehingga keamanan kami dapat terjaga. Sekali lagi terima kasih,” ujar staf Kalurahan Wirokerten.
Di Kalurahan Sendangtirto, Berbah, Sleman, relawan juga memuji kualitas bantuan APD yang diterima karena sangat bagus. Hal ini dapat menambah semangat relawan dalam pencegahan dan penanganan pasien terkonfirmasi covid-19. Sementara itu relawan dan satgas Covid-19 Kalurahan Guwosari, Pajangan, Bantul menghaturkan doa atas bantuan ini. Mereka menambahkan pula tagar #panjangumurkebaikan dan #panjangumurkemanusiaan dalam chat WA yang diterima oleh Destina.
“Kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada DERU UGM, SONJO, Dowa dan semua pihak. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Lemah teles, Gusti Allah yang mbales,” kata salah satu masyarakat Guwosari.
Di tempat lain, masyarakat Jotawang, Sewon, Bantul mengakui bahwa bantuan APD DERU UGM sangat membantu untuk mengatasi warga yang terkonfirmasi wabah Covid-19, sehingga pasien cepat teratasi.
“Semoga bantuan APD ini bisa berlanjut karena sangat kami butuhkan dengan melihat masyarakat kami yang terpapar Covid-19,” jelas mereka.
Jumat lalu UGM membantu menyiapkan pasokan oksigen untuk RS Sardjito dan RSA UGM. Di samping itu, UGM juga menyiapkan shelter di wisma Mardliyyah Islamic Center (MIC), asrama mahasiswa, Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT), Hutan Pendidikan Wanagama, dan asrama Laboratorium Geologi di Bayat. Bahkan beberapa wisma tamu milik fakultas seperti yang disiapkan oleh Fakultas Kehutanan UGM.
“Wisma A5 kita siapkan untuk mahasiswa FKT yang OTG atau bergejala ringan dan ada kendala isoman di kos-kosan. Sementara untuk back up, karena satgas Covid-19 UGM masih bisa handle di asrama mahasiswa. Selain itu, kita cadangkan juga beberapa kamar di Wanagama,” ungkap Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Dr. Ir. Budiadi, S.Hut., M.Sc., IPM.
Berkat kerja sama dan semangat gotong royong berbagai pihak, Sekretaris DPKM, Dr. Rachmawan Budiarto, S.T., M.T. menyakini pandemi ini akan cepat berakhir.
“Pandemi akan bisa kita atasi bersama. Dengan bersatu, kita bisa mengatasi tantangan ini, insya Allah,” harap Rachmawan.





