LDII: Doa Memakai Pakaian dan Adab Berpakaian Muslimah yang Perlu Diketahui

Adab Berpakaian
Ilustrasi (Foto: muslimah.or.id)

Jogjakeren.com – Pakaian adalah kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat berteduh atau tempat tinggal. Manusia membutuhkan pakaian untuk melindungi dan menutup dirinya. Dalam ajaran agama Islam, prinsip pokok berpakaian adalah menutup aurat. Laki-laki dan perempuan wajib menutup aurat mereka.

Bagi perempuan, seluruh anggota tubuh adalah aurat yang harus ditutupi kecuali wajah dan telapak tangan sesuai dengan firman Allah dalam Surat An Nur ayat 31

وَقُلْ لِّلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّۖ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اٰبَاۤىِٕهِنَّ اَوْ اٰبَاۤءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَاۤىِٕهِنَّ اَوْ اَبْنَاۤءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْٓ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْٓ اَخَوٰتِهِنَّ اَوْ نِسَاۤىِٕهِنَّ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُنَّ اَوِ التَّابِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى الْاِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَاۤءِ ۖوَلَا يَضْرِبْنَ بِاَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّۗ وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Read More

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung”.

Lalu, kenapa kita wajib menutup aurat?

Berdasarkan firman Allah dalam Surat Al A’raf ayat 26 disebutkan bahwa “Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat”.

Selain prinsip pokok dalam menutup aurat tersebut, Islam juga mengajarkan adab dalam urusan berpakaian. Diketahui, tren berpakaian bagi kaum muslimah berkembang cepat. Menyikapi tren fashion, kaum muslimah harus cerdas dalam memilih pakaian sesuai syariat Islam namun tetap terlihat modis dan syar’i.

LDII sebagai lembaga dakwah, memaparkan adab berpakaian bagi muslimah sesuai syariat Islam. Berikut ini adab berpakaian bagi muslimah yang perlu diketahui.

Adab Berpakaian bagi Muslimah

 

1.Ketika akan berpakaian diawali membaca doa

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى كَسَانِى هَذَا الثَّوْبَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ

“Segala puji bagi Allah dzat yang telah memberi pakaian padaku dan memberi rezeki padaku dari selain upadaya dari ku dan tanpa kekuatan”

2. Berpakaian dimulai dari sisi kanan dan saat melepas dari sisi kiri

Segala sesuatu yang baik dan mulia maka dianjurkan untuk mendahulukan yang kanan, semisal memakai pakaian.

3. Tawadu/tidak berlebih-lebihan dalam berpakaian

Dalam Islam, telah diajarkan pola berpakaian yang sederhana tapi tidak merendahkan harga diri, serta tidak berpakaian mewah meskipun mampu.

4. Berpakaian rapi, sopan, menutupi aurat kecuali wajah dan telapak tangan

Memperhatikan kebersihan, kerapihan, keserasian dan kepantasan juga merupakan etika berpakaian yang senantiasa dicontohkan oleh Nabi dalam kesehariannya.

5. Tidak menyerupai pakaian laki-laki

Gaya busana dan cara berpakaian yang dipilih harus bisa menjaga kehormatan. Citra dan harga diri seorang muslimah, semisal berpakaian yang sopan, tidak berlebih-lebihan. Tidak seronok, tidak menyerupai pakaian lawan jenis.

6. Tidak terlalu ketat dan transparan, sehingga tidak terkesan ingin memperlihatkan lekuk tubuhnya

“Perempuan-perempuan yang berpakaian tapi pada hakikatnya mereka itu telanjang, akan dijauhkan dari harumnya surga” (HR.Muslim).  Ini terjadi pada mereka yang berpakaian tidak menutupi aurat, atau yang ketat dan transparan hingga menampakkan lekuk-lekuk tubuhnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *