Hanya Mitos Sampah Nuklir Berbahaya Selama Ribuan Tahun, Inilah Fakta-Fakta Nuklir

Mitos Fakta Nuklir
Ilustrasi (Foto: indonesia.go.id)

Jogjakeren.com – Pada abad 21 kebutuhan energi semakin besar, termasuk untuk memenuhi pasokan listrik. Pemerintah telah menargetkan baruan energi baru terbarukan (EBT) mencapai 23% pada 2025.

Namun, hingga november 2020 kontribusi EBT dalam penggunaan bahan bakar pembangkit listrik mencapai 12,6%. Sementara, non-EBT sebesar yakni 87,4%.

Dengan nuklir bisa didapatkan solusi EBT yang mampu menghasilkan listrik masif dan konstan. Tahun 2006, Prancis mengandalkan 80% kebutuhan listrik dari energi nuklir. Tercatat di tahun 2008, terdapat 435 reaktor nuklir yang beroperasi di dunia.

Read More

Tentunya terdapat kecelakaan kerja yang disebabkan dari nuklir ini. Kecelakaan nuklir di Three Mile tahun 1979 mengakibatkan penolakan energi nuklir di beberapa negara. Penyetopan pembangunan pembangkit listrik nuklir (PLTN) baru di banyak negara disebabkan adanya bencana Cherbonyl di tahun 1986.

Tragedi pengeboman di Nagasaki dan Hirosima juga memunculkan pandangan negatif dan mitos sendiri. Lalu, apa saja fakta dari energi nuklir ini? Di bawah ini mitos dan fakta berdasarkan hasil Litbang Badan Tenaga Nuklir (BATAN) di bidang energi.

Mitos, Energi Nuklir Itu Mahal

Faktanya di tahun 2004, rata-rata ongkos produksi listrik di AS dari PLTN adalah kurang dari dua sen per kilowatt-jam. Ini setingkat dengan ongkos batu bara dan listrik hidro. Kemajuan dalam teknologi akan menurunkan lagi ongkos itu di masa datang.

Mitos, PLTN Itu Tidak Aman

Terkait kecelakaan di Chernobyl, forum multi lembaga di PBB melaporkan hanya 56 kematian yang terkait. Sebagian besar akibatnya adalah radiasi atau luka bakar sewaktu memadamkan api. Bandingkan dengan kecelakaan di tambang batu bara sebanyak lima ribu jiwa di seluruh dunia tiap tahun.

Mitos, Sampah Nuklir Akan Berbahaya Selama Ribuan Tahun

Dalam 40 tahun, bahan bakar yang digunakan hanya akan memancarkan 1/1000 radioaktivitas dibandingkan pada waktu bahan bakar dikeluarkan dari reaktor. Juga tidak benar itu dikatakan sampah karena 95% potensi energinya masih tersimpan di dalam bahan bakar bekas pada siklus pertama.

Mitos, Reaktor Nuklir Rawan terhadap Serangan Teroris

Isi bangunan penyimpanan nuklir dilindungi beton bertulang yang tebalnya 1,5 meter dari luar maupun dalam sehingga reaktor tidak mudah meledak.

Mitos, Bahan Nuklir Dapat Dialihkan untuk Membuat Senjata Nuklir

Faktanya, senjata nuklir sudah tidak lagi harus tak terpisahkan dengan PLTN. Teknologi centrifuge atau teknologi pengayaan uranium-235  kini memungkinkan suatu negara memperkaya uranium tanpa harus membangun reaktor nuklir.

Satu-satunya pendekatan pada isu senjata nuklir menggunakan diplomasi. Bila perlu kekuatan untuk menghalangi pemakaian bahan nuklir untuk tujuan perusakan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *