Sleman, Jogjakeren.com – Upaya membangun ruang positif bagi generasi muda di malam pergantian tahun dilakukan melalui kegiatan Pengajian Akhir Tahun (PAT). Pada pergantian tahun 2026, PAT bertajuk “MADANI: Meneladani Perjuangan Agama dan Nasionalisme” digelar di Masjid Al-Falah, Garongan, Wonokerto, Turi, Sleman, Rabu malam (31/12/2025) hingga Kamis (1/1/2026).
Malam pergantian tahun selalu menjadi momen yang bermakna bagi setiap orang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pergantian tahun 2025 menuju tahun 2026 juga disambut dengan berbagai bentuk perayaan. Khususnya di kalangan generasi muda, momen ini kerap diisi dengan kegiatan seperti berpesta, menyalakan kembang api, dan aktivitas lain yang tidak jarang kurang memberikan nilai manfaat, bahkan cenderung bersifat negatif.
Berangkat dari hal tersebut, Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Turi menyelenggarakan kegiatan yang bersifat positif dan edukatif sebagai upaya mengarahkan generasi muda agar mengisi malam pergantian tahun dengan aktivitas yang lebih bermanfaat. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pemuda dapat memaknai pergantian tahun dengan mengingat kembali perjuangan dan menumbuhkan kesemangatan baru di masa depan.
Kegiatan yang mengusung tema keteladanan dan perjuangan dalam beragama ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah di kalangan muda-mudi LDII. Selain itu, kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam mengimplementasikan 29 karakter luhur, sekaligus sebagai sarana untuk mengarahkan generasi muda agar terhindar dari aktivitas yang kurang bermanfaat.
Rangkaian acara PAT Madani dikemas secara menarik dan edukatif. Kegiatan diawali dengan talkshow yang membahas nilai-nilai perjuangan, khususnya perjuangan dalam menegakkan dan menjaga ajaran agama. Dirangkai dengan “kembul bujana” dimana peserta makan bersama beralaskan daun pisang. Selanjutnya, disuguhkan penayangan video tapak tilas perjuangan LDII yang menggambarkan sejarah serta semangat pengabdian para pendahulu. Acara kemudian ditutup dengan pemutaran video pesan dari orang tua peserta yang sarat akan nasihat dan motivasi, sebelum para peserta diarahkan untuk beristirahat.
Dalam sesi talkshow, salah satu pemateri, Aziz, menyampaikan bahwa perjuangan tidak sekadar menjadi cerita masa lalu. “Perjuangan itu bukan hanya cerita, tetapi proses tanpa henti, terus-menerus, hingga akhir hayat,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya setiap individu untuk terus memperjuangkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan berlanjut keesokan harinya dengan sarapan bersama dalam suasana keakraban. Selanjutnya, para peserta mengikuti berbagai permainan kelompok yang dirancang untuk mempererat kekompakan dan kerja sama. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang permainan serta pembagian door prize, menambah semarak dan kebahagiaan peserta.





