Jogjakeren.com – Pada era 2000 hingga 2010 manik-manik atau disebut beads dalam bahasa Inggris pernah menjadi tren fashion khususnya aksesoris di Indonesia. Mulai dari kalung, gelang, sling bag dan lain sebagainya. Dengan ciri khas menggunakan manik yang besar dan warna hingga corak yang etnik membuat aksesoris tersebut memiliki kesan yang unik.

Kalung jadul ini sangat populer banyak dijual di swalayan, toko aksesoris, toko-toko kecil hingga tempat wisata. Dahulu aksesoris manik-manik dijual mulai dari 5.000 rupiah hingga jutaan rupiah tergantung dari desain dan bahan yang digunakan. Tak jarang banyak pengerajin aksesoris menambahkan material dari batu alam, perak hingga emas.
Kini aksesoris dari manik kembali menjadi tren, mulai dari anak kecil, perempuan, laki-laki hingga orang tua menyukai tren tersebut. Tren ini muncul di tahun 2023 lalu tak hanya di Indonesia tapi juga di belahan negara lainnya. Jenis manik yang digunakan sangat bervariatif, dari warna hingga bentuk. Warna yang keluar cenderung warna-warna cerah dan pastel, tetapi warna-warna basic juga tak kalah cantiknya apabila sudah dirangkai menjadi aksesoris.
Dengan adanya internet dan media sosial yang sudah sangat mudah diakses di seluruh Indonesia ditambah kreativitas dari generasi saat ini untuk memasarkan melalui media sosial sehingga bisa jadi peluang bisnis yang menjanjikan dan bukan hanya sekedar fomo semata.
Anak muda zaman sekarang atau yang lebih kita kenal dengan istilah Gen Z lebih cenderung menggunakan bahasa Inggris untuk mempromosikan, selain karena jaman sekarang bahasa Inggris termasuk bahasa internasional yang harus dikuasai pelajar karena berpengaruh saat akan memasuki bangku kuliah hingga mencari pekerjaan. Bahasa Inggris juga membuat kesan lebih keren dan menguntungkan apabila target pasarnya di luar negeri sehingga peluang mendapatkan pelanggan jauh lebih luas dibandingkan menggunakan bahasa Indonesia sendiri.
Mencari cuan dengan menjual aksesoris dari beads ini sangatlah mudah, bahkan anak kecilpun bisa melakukannya karena bahan dan alat yang digunakan sangat mudah dijumpai di toko aksesoris dan alat jahit offline maupun online. Harga jual beads yang ditawarkan toko-toko sangat bervariatif tergantung dari kualitas bahan mulai dari biasa hingga premium.

Pada umumnya beads dijual per gram yang sudah dibungkus kecil-kecil mulai dari 25 gram dan seterusnya, ini cocok bagi pemula yang ingin coba-coba membuat sehingga cost yang dikeluarkan tidak banyak. Kemudian dijual per pack yang bisanya memiliki berat 500 gram hingga 1 kilogram, ini cocok untuk pengerajin dengan kapasitas pembuatan aksesoris yang besar karena jika dihitung-hitung akan jauh lebih murah membeli material dengan jumlah besar.
Sekarang muncul lagi tren baru di kalangan penjual beads dan pengrajin yaitu penjual beads menjual beadsnya dengan cara diserok atau sering disebut manik serok. Ini termasuk trik marketing yang bagus, penjual menjual beadsnya dengan cara semua beads dicampur atau di mix mulai dari yang kecil hingga ukuran besar. Biasanya terdapat ketentuan yaitu manik serok dijual per gram namun bebas memilih beads.

Selain dipasarkan melalui online, pengrajin juga biasanya menjualnya secara offline. Bisa buka lapak langsung pada Car Free Day dimana banyak sekali orang-rang yang berolahraga dan juga banyak penjual kaki lima yang berkesempatan membuka lapak. Ada juga yang menjualnya kepada sesama teman, menawarkan produk dari mulut ke mulut, atau membuka toko offline.
Apa saja sih hasil dari kerajinan manik-manik ini?
Berikut adalah beberapa hasil kerajinan tangan dari manik-manik yang dapat menjadi inspirasi untuk ide cuan masa kini.
1. Aksesoris Kalung, Gelang dan Cincin

Membuat aksesoris seperti kalung, gelang dan cincin dari beads bisa dilakukan oleh siapa saja. Pola membuatnya juga sangat mudah, akan jauh lebih bernilai jual tinggi apabila material yang digunakan premium dan skill dalam pembuatannya yang bisa mempengaruhi kalung, gelang dan cincin terlihat unik.
2. Sling Bag

Jika biasanya sling bag terbuat dari material kain tebal, jika kamu kreatif bisa juga loh membuat manik-manik menjadi sling bag mewah. Kebanyakan beads yang digunakan ukurannya besar dan agar terlihat kokoh harus menggunakan senar non elastis untuk mengaitkan antar beads.
3. Strap Phone

Jika dahulu strap phone atau lanyard menggunakan pita khusus berwarna atau bergambar. Saat ini banyak strap phone yang dikreasikan dari beads. Tampilannya terlihat lebih gemas, aesthetic, kekinian bahkan terlihat elegan tergantung dari desain yang dibuat.
4. Strap ID card

Strap ID card hampir sama dengan strap phone, hanya saja ukurannya yang lebih panjang karena digantung pada leher pengguna. Jika bosan dengan strap id card berupa lanyard, kamu bisa menggantinya dengan strap id card dari manik-manik ini.
5. Brooch

Siapa yang tak kenal dengan brooch atau dalam bahasa Indonesianya bros, aksesoris satu ini tak pernah lekang oleh waktu. Siapa saja memiliki benda tersebut yang mana biasa digunakan sebagai pengganti perhiasan yang umumnya dipakai pada pakaian.
6. Tasbih

Tasbih yang berfungsi sebagai alat bantu untuk berdzikir ini bisa sebagai hadiah haji dan umroh, souvenir pengajian dll. Dengan material premium menjadikan tasbih kini terlihat lebih mewah sehingga cocok dijadikan souvenir untuk orang-orang terkasih.
7. Keychain

Dengan desain yang semakin kreatif dan unik serta kualitas material yang premium menjadikan keychain banyak dilirik anak muda untuk digantungkan pada tas-tas miliknya, bisa juga digantungkan pada kunci mobil, motor ataupun kunci rumah.
Nah, itulah beberapa karya dari manik-manik atau beads yang bisa menjadi inspirasi untuk melatih kreativitas, bisa sebagai ide bisnis, merefresh otak disela waktu bekerja untuk mengurangi stress atau sekedar mengisi waktu luang. Dari sekian banyak orang yang mencoba membuat kreasi dari manik-manik mengungkapkan jika kegiatan tersebut sangat menyenangkan, bisa jadi sarana penghilang stress dan sangat kecanduan apalagi jika telah menjadi ide bisnis penghasil cuan.
Jika berminat silakan mencoba kegiatan yang menyenangkan ini dan buat karya versi kamu.





