Masyarakat Gempar Melihat Harimau Liar Muncul di Tengah Pemukiman

Harimau
Tugimayanto Koordinator Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul

Jogjakeren.com – Hebohnya warga yang melihat keberadaan harimau liar menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Mungkinkah masyarakat masih menemukan hewan yang dianggap punah masih ada? Hal ini yang masih menjadi tanda tanya.

Tugimayanto salah seorang Koordinator Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul ketika ditemui melakukan investigasi di lapangan menyatakan untuk wilayah Gunungkidul yang namanya binatang buas jenis kucing besar, jenis harimau sudah dinyatakan punah.

“Sehingga keberadaan harimau di wilayah Gunungkidul dimungkinkan keberadaanya kecil, tetapi kalau untuk jenis macan di wilayah Gunungkidul kemungkinan besar masih ada. Seperti macan tutul, macan kumbang, untuk jenis macan ini masih bisa kita temui di wilayah bagian selatan seperti di Kapanewon Tepus yang jauh dari pemukiman penduduk,” ungkapnya, Selasa (13/12/2022).

Menurutnya, informasi yang berkembang di masyarakat Padukuhan Budegan II Kalurahan Piyaman beberapa hari ini menjadi pusat perhatian. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta telah melakukan investigasi di lapangan namun belum menemukan tanda-tanda atau jejak harimau yang menghebohkan masyarakat tersebut.

“Tetapi telah ditemukan dua jejak di lapangan yang ditengarai jejak anjing dan dimungkinkan jejak kucing hutan bukan jejak harimau. Memang ada kemiripan dengan jejak macan namun ukuranya masih sangat kecil,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan untuk jejak kaki macan minimal diameter 8-10 cm. Sementara yang ia temukan di lapangan diameternya hanya 5,5 cm jadi kemungkinan itu jejak kucing hutan. “Namun kami dari pihak Tim BKSDA belum bisa memastikan karena kami sendiri belum bisa menemukan jejak keberadaan macan di wilayah Budegan,” terangnya.

Sedangkan perbedaan antara macan dan harimau dapat dilihat dari ukuran tubuh untuk harimau tingginya 1 meter sedangkan untuk macan tutul kurang dari 1 meter paling tinggi sekitar 50-60 cm untuk ukuran badan. “Sedangkan untuk tanda jejak harimau minimal diameternya 12 cm, kalau untuk macan tutul 8-10 cm kemudian untuk corak bulu harimau itu coraknya loreng sedangkan untuk jenis macan biasanya trotol, sedangkan untuk macan kumbang bulunya dominan hitam,” jelas Tugimayanto.

Masih menurut Tugimayanto yang juga sebagai Polisi Hutan di kawasan Gunungkidul, bila jejak macan atau harimau yang ditemukan mendekati kebenaran sehingga harimau muncul di tengah pemukiman warga dimungkinkan karena habitatnya terganggu.

“Kemudian untuk mencari makan memang daya jelajahnya agak jauh bisa juga karena mengejar mangsa. Secara alami untuk jenis binatang buas itu tidak mungkin sampai mendekati pemukiman tanpa ada sebab,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *