Jogjakeren.com – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sleman menyelenggarakan sarasehan bertema “Pemuda Sadar Kerukunan”, di Resto Desa Bangunkerto by Alamanda, Sabtu (17/12/2022) .
Acara diikuti sebanyak 150 peserta dari perwakilan lintas agama yang terdiri dari unsur pemuda LDII, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Katholik, Kristen, Hindu dan Budha.
Heru Sumbodo selaku wakil ketua FKUB sekaligus anggota dari unsur Kristen, dalam sambutannya menuturkan tahun 2022 adalah tahun moderasi, tahun kerukunan. “ Kerukunan itu bisa tercipta tentu diawali dengan adanya pemahaman awal tentang moderasi,” ungkapnya.
Dalam hal keagamaan, bukan agamanya yang dimoderasi tetapi yang dimoderasi adalah dalam mengamalkan ajaran agama. Pada kesempatan itu dijelaskan jika suatu hubungan harus tercipta dan terpelihara maka kerukunan itu perlu diwujudkan.
“Harapannya semoga adanya pertemuan pemuda sadar kerukunan lintas agama ini bisa menjadi senjata, alat atau menjadi stakeholder yang sangat berguna untuk mewujudkan dan memelihara akan kerukunan yang ada di masyarakat sekitar,” katanya.

Sambutan lain juga disampaikan Acmad Raharjo dari Badan Kesbangpol Sleman bahwa sebentar lagi akan mendekati tahun politik yaitu pada tahun 2023. Ia berpesan kepada pemuda sadar kerukunan untuk banyak srawung , berkumpul, dan gethok tular antar sesama lintas agama agar muncul kerukunan.
Di tempat yang sama Nadjmuddin dari anggota FKUB unsur Islam, dalam materinya dipaparkan tentang tugas FKUB, dan prosedur yang harus dilakukan untuk mendirikan rumah ibadah. Selain itu, ia menjelaskan 5 SM yang harus dikembangkan dan 5 SM yang harus dihilangkan untuk menciptakan kerukunan.
“Lima SM yang harus dikembangkan antara lain saling mengerti, saling memahami, saling menghargai, saling menghormati, dan saling mendoakan. Sementara 5 SM yang harus dihilangkan yaitu saling menghina, saling membandingkan, saling membully, saling menghasut, dan saling memusuhi,” jelasnya.
Pada s esi dialog dilakukan dengan menyampaikan aspirasi dan pendapat dari setiap unsur pemuda lintas agama.Deni Sutanto salah satu pemuda LDII Kabupaten Sleman dalam aspirasinya mengatakan bahwa kerukunan umat beragama di Kabupaten Sleman sudah bagus. Hal itu cukup dipertahankan dan jika perlu ditingkatkan.
“Untuk meningkatkan kerukunan antar umat beragama tentunya jangan pernah membandingkan atau membeda-bedakan satu sama lain. K etika teman lintas agama lain memiliki acara keagamaan kita harus mendukung dan membantu agar acara tersebut dapat berjalan lancar. Jangan lupa untuk komunikasi dan menjaga pergaulan yang baik, serta mengenal saudara kita lebih dekat agar tidak timbul suudzon antara satu dengan lainnya,” terangnya.
Andra perwakilan dari pemuda Katholik juga menyampaikan aspirasinya bahwa untuk meningkatkan kerukunan dimulai dari diri sendiri dan menganggap semuanya adalah saudara.





