Sleman, Jogjakeren.com – Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al Ubaidah naungan PC LDII Berbah baru-baru ini mengadakan kegiatan Bermain, Cerita, dan Menyanyi atau yang biasa disingkat BCM. Kali ini para santri diajak untuk membuat nasi goreng, Kamis (14/8). Kegiatan ini berbeda dengan kegiatan BCM sebelumnya, karena kali ini santri diajak untuk belajar memasak nasi goreng dengan didampingi oleh 5 wali santri yang berpengalaman dalam memasak.
Dalam kegiatan ini, santri diminta untuk ikut andil dan aktif dalam proses memasak, seperti memecah telur, memotong sosis, dan mengupas mentimun. Kegiatan ini membuat santri lebih aktif dan terlibat langsung dalam proses memasak.
Chunia, salah satu wali santri merasa senang bisa mengisi kegiatan BCM dengan mengajari masak nasi goreng. “Saya merasa senang bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan santri, sehingga mereka dapat memperoleh keterampilan baru yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dehan, salah satu santri, juga merasa senang karena kegiatan BCM hari ini berbeda dengan sebelumnya. “Saya suka kegiatan hari ini, karena saya bisa belajar memasak nasi goreng dan berinteraksi dengan wali santri. Saya juga bisa mempraktikkan langsung apa yang telah saya pelajari,” katanya.
Setelah selesai memasak dan makan, santri juga diwajibkan untuk mencuci piring mereka sendiri. Hal ini bertujuan untuk mengajarkan santri tentang pentingnya kemandirian dan tanggung jawab.
Kepala MDT Al Ubaidah, Abdul Muis mengatakan bahwa kegiatan BCM ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan inovasi dalam proses pembelajaran di MDT Al Ubaidah. “Kami akan selalu memberikan inovasi dalam setiap proses kegiatan pembelajaran, sehingga santri dapat merasa nyaman dan terlibat aktif dalam kegiatan. Dengan demikian, kami berharap santri dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang bermanfaat bagi kehidupan mereka,” ujarnya.
Dengan kegiatan ini, diharapkan santri dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam memasak, serta dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam bekerja sama dan berinteraksi dengan orang lain. Kegiatan ini juga dapat membantu santri menjadi lebih mandiri dan percaya diri dalam melakukan kegiatan sehari-hari.





