Jogjakeren.com – Setiap muslim tidak akan asing dengan nama Imron yang ada di dalam Al-Qur’an. Imron sendiri bukanlah seorang nabi, juga bukan malaikat. Namun, Allah mengabadikan kisah Imron di dalam Al-Quran sebagai teladan umat muslim. Beberapa poin yang dapat diambil hikmah pada ayat-ayat surat Ali Imron:
Mendedikasikan anak untuk beribadah kepada Allah
Di dalam surat ‘ali imron ayat 35, telah dijelaskan bahwa istri Imron bernadzar bahwa anak di dalam kandungannya murni dipersembahkan untuk sabilillah. Dalam ceritanya, anak tersebut digadang – gadang menjadi ahli Baitul Maqdis.
اِذْ قَالَتِ امْرَاَتُ عِمْرٰنَ رَبِّ اِنِّيْ نَذَرْتُ لَكَ مَا فِيْ بَطْنِيْ مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّيْۚ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Artinya: (Ingatlah) ketika itu istri Imran berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu apa yang ada di dalam kandunganku murni untuk-Mu (untuk mengurus Baitulmaqdis). Maka, terimalah (nazar itu) dariku. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Dari ayat tersebut, kita bisa meneladani bahwa memiliki anak alangkah baiknya didedikasikan untuk bisa berorientasi di dalam jalan Allah (sabilillah). Sebagaimana para penasihat menyampaikan, “fahamkan anak terlebih dahulu, cerdaskan anak kemudian”.
Dewasa ini, memahamkan anak soal agama merupakan sesuatu yang penting. Anak yang faham agama menjadi dambaan dan investasi orang tua di masa depan. Oleh karena itu, sebagai pasangan yang tengah menyiapkan kehamilan atau orang tua sekarang jangan pernah ragu memahamkan anak terhadap ilmu agama terlebih dahulu.
Mendoakan anak supaya menjadi anak yang sholih
Dalam ayat di atas, keduanya memang pasangan yang sudah siap untuk memiliki anak. Kesiapan tersebut tidak hanya berwujud soal parenting saja. Namun, kesiapan tersebut diwujudkan dalam permintaan doa dari istri Imron.
……وَاِنِّيْ سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَاِنِّيْٓ اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ
Artinya: Aku memberinya nama Maryam serta memohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari setan yang terkutuk. (Ali Imron, 3: 36)
Menerima pemberian Allah dengan sabar
Hanah, istri imron, awal mulanya berharap anaknya adalah seorang laki-laki yang akan mengurus Baitul Maqdis. Akan tetapi, Allah memberi seorang anak perempuan yang bernama Maryam. Dalam ceritanya, Imron beserta istrinya juga tidak komplain atas pemberian Allah. Malahan, Maryam diramut dan dimuliakan oleh Allah. Beliau menjadi perempuan yang suci, dan putra beliaulah kelak menjadi seorang nabi yaitu Isa bin Maryam.





