jogjakeren.com – Bulan Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu bagi umat muslim. Dikatakan seperti itu sebab bulan Ramadhan merupakan bulan yang mulya karena mengandung banyak keutamaan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا كَانَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ
“Ketika masuk bulan Ramadhan, pintu-pintu rahmat dibuka, pintu-pintu Jahannam ditutup dan setan-setan pun diikat dengan rantai.” (HR. Muslim)
Keutamaan bulan Ramadhan
Allah membuka banyak peluang pahala di bulan Ramadhan ini. Selain itu amal perbuatan kita juga akan dilipatgandakan yang mana tidak kita dapatkan dalam selain bulan Ramadhan. Seperti diriwayatkan dalam hadist berikut ini:
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
“Amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan semisal sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari)
5 Sukses Ramadhan
Dalam bulan Ramadhan ada rangkaian kewajiban yang harus kita laksanakan agar ibadah yang kita lakukan sempurna. Berikut ini beberapa amalan yang harus kita kerjakan di bulan Ramadhan, diantaranya:
- Puasa
Puasa merupakan kewajiban yang harus dilakukan bagi umat islam yang sudah baligh, seperti dalil berikut ini:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Al Baqarah: 183)
Allah telah berfirman kepada umatnya untuk menjalankan ibadah puasa. Apabila ada yang tidak dapat menjalankannya karena udzur yang diperbolehkan, maka wajib mengganti puasanya di bulan selain bulan Ramadhan
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari)
Ibadah puasa selain merupakan kewajiban juga dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu.
- Sholat Tarawih
Sholat tarawih merupakan sholat sunnah yang dikerjakan di bulan ramadhan. Meskipun sholat ini tidak wajib, tapi memiliki keutamaan yang besar.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR Bukhari)
Dengan merutinkan sholat tarawih maka akan menghapus dosa-dosa kita yang telah lalu. Sungguh luar biasa keutamaan dari sholat tarawih ini. Apakah kita akan meninggalkan ibadah sholat tarawih padahal sudah tahu keutamaannya? Maka rugi bagi orang yang meninggalkannya.
- Tadarus Al Quran
Banyak sekali amalan yang kita kerjakan di bulan Ramadhan ini yang dapat menghasilkan banyak pahala, salah satunya yaitu tadarus Al Quran. Perhatikan hadist berikut ini:
“Barang siapa yg membaca satu huruf dari Al-Qur’an, akan mendapatkan satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan akan dilipatkan sepuluh semisalnya. Aku tidak berkata : Alif laam Miim itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”. (HR.Tirmidzi)
Orang yang membaca satu huruf dari Al Quran akan mendapat satu kebaikan. Apalagi di bulan Ramadhan ini pahala kita akan dilipatgandakan. Maka betapa banyak pahala yang akan kita dapatkan apabila kita berhasil mengkhatamkan membaca Al Quran.
- Lailatul Qadr
Malam lailatul qadr dapat kita jumpai di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. Banyak pahala yang dapat kita raih di lailatul qadr ini.
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3).
Beribadah satu malam pada lailatul qadr itu lebih baik daripada beribadah 1000 bulan atau beribadah 83 tahun lebih.
Maka biasanya pada lalilatul qadr, diisi dengan melakukan i’tikaf di masjid. I’tikaf tidak hanya kegiatan berdiam diri di masjid, tetapi juga melakukan ibadah seperti memperbanyak tadarus Al Quran, berdzikir, sholat malam, dan memperbanyak doa.
- Zakat Fitrah
Setelah menunaikan ibadah puasa selama satu bulan, maka diwajibkan untuk mendatangkan zakat sebagai penutup di bulan Ramadhan untuk menyempurnakan ibadah puasa kita. Seperti diriwayatkan dalam hadist berikut:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ
“Dari Ibnu ‘Abbas, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fitri untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perkara sia-sia dan perkataan keji, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa menunaikannya sebelum shalat idul fitri, maka itu adalah zakat yang diterima. Dan barangsiapa menunaikannya setelah shalat idul fitri, maka itu adalah satu shadaqah dari shadaqah-shadaqah“ (HR Abu Dawud)
Perbuatan Pelebur Amalan
Puasa tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus, tapi yang lebih utama kita juga harus menahan hawa nafsu/ego kita. Mulai dari marah, berkata dusta, menggunjing orang lain, mengucapkan kata-kata kotor, berbuat maksiat, dan lain sebagainya. Jangan sampai amalan ibadah puasa yang seharusnya kita dapatkan tapi justru malah lebur tak bersisa akibat perbuatan-perbuatan tersebut. Seperti diterangkan dalam hadist berikut ini:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa yang puasa tapi tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak ada hajat di dalam orang tersebut meninggalkan makanan dan minumannya.” (HR. Bukhari)
Dari hadist di atas, dapat diartikan bahwa walaupun dia puasa, tapi puasanya sia-sia/ tidak mendapatkan pahala akibat perbuatan dustanya.
Selama bulan Ramadhan ini hendaknya kita lebih semangat dalam beribadah dibandingkan dengan hari-hari biasanya karena kita tahu besarnya pahala yang akan kita dapatkan. Anggaplah bulan Ramadhan tahun ini adalah bulan Ramadhan terakhir bagi kita. Dengan begitu kita tidak akan menyia-nyiakan setiap kesempatan yang ada untuk lebih memperbanyak amalan kita.
Tahun ini kita semua juga sedang dicoba dengan adanya wabah Corona/COVID-19. Oleh karena itu, kita harus tetap mengikuti arahan dan memperhatikan himbauan dari Pemerintah dengan memakai masker, physical distancing (jaga jarak), menjaga kebersihan, rajin cuci tangan, dan tentunya kita harus selalu berdoa kepada Allah agar cobaan ini segera berlalu.





