Jogjakeren.com – Usaha Bersama (UB) Mlati Barokah menggelar Musyawarah Para Pemegang Saham (MPPS) di Masjid Al-Furqan, Tlogoadi, Mlati pada Minggu (29/1/2023) pagi. MPPS UB Mlati barokah dilaksanakan untuk mengesahkan Rencana Kerja Usaha Bersama (RKUB) sekaligus laporan pertanggungjawaban pengurus UB, serta pembahasan laba dan rugi.
Salah satu pengurus UB, Drs. Sidik Sunarto, M.M. menegaskan bahwa usaha dijalankan dengan berorientasi mencari keuntungan dan berlandaskan kejujuran. “Kalau tidak ada kejujuran, maka harus dibersihkan karena itu perbuatan salah,” kata Sidik.
Dalam menjalani usaha bersama ini, pengurus UB Mlati Barokah diharapkan menjalankannya dengan senang hati agar mendapatkan keuntungan yang besar. Tidak hanya berjalan begitu saja, tetapi juga perlu meninjau UB yang telah sukses sebagai peningkatan laba dalam UB Mlati Barokah.
“Barangkali setelah pemaparan laporan dan pengesahan RKUB, terdapat usulan mengenai peluang bisnis itu. Karena pebisnis mencari peluang,” kata Sidik dalam pembukaan MPPS.

Pelaporan UB Mlati Barokah di Tahun 2022
Usaha bersama yang dilakukan oleh UB Mlati Barokah berupa usaha sembako, bidang perkreditan, dan usaha-usaha lain dengan pembiayaan pihak ketiga. Pada tahun 2022, UB Mlati Barokah menjalin kerja sama dengan beberapa pengusaha, salah satunya H. Singgih Januratmoko, S.KH., M.M., seorang anggota DPR-RI periode 2019-2024 yang memiliki usaha di bidang perternakan dan busana.
Pada usaha sembako, salah satu perwakilan pemegang saham, Daryadi mengungkapkan bahwa retail sembako di tahun 2022 meningkat dan mendapatkan keuntungan. “Semoga retail sembako pada tahun 2023 bisa ditingkatkan lagi,” kata Daryadi memberikan saran mengenai peluang bisnis.
Di bidang perkreditan, Ketua UB Mlati Barokah, Suroro menuturkan bahwa pada tahun 2023 terdapat delapan unit kendaraan, khususnya motor. “Kredit motor di UB Mlati Barokah ini tanpa uang muka dengan nilai kredit Rp1.004.000,” kata Suroro.
Adapun sisa hasil usaha (SHU) di tahun 2022, Wakil Ketua UB Mlati, Maryoto mengungkapkan indeks SHU mengalami penurunan. “Di tahun kemarin ada tambahan modal sebesar 64 juta, 8% dari modal yang ada, dan baru diputar selama 6 bulan sehingga akibatnya indeks SHU turun,” kata Maryoto.
Ketua Dewan Pengawas UB Mlati Barokah, Syamsudin menuturkan bahwa pelaksanaan MPPS UB Mlati Barokah berjalan dengan lancar. “Pengurus UB Mlati dimohon segera menindaklanjuti RKUB dan mewujudkan yang telah direncakan tadi,” kata Syamsudin dalam penutupan MPPS.





