Jogjakeren.com – Coblosan lima tahunan masih tahun depan, namun perhelatan pemilu mulai ramai dibicarakan. Tak ingin terpancing, Muhammadiyah dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bersepakat untuk senantiasa membimbing dan memajukan umat Islam hingga akhir zaman. Menurut Muhammadiyah dan LDII, tidak selayaknya pula ukhuwah Islamiyah terbelah oleh urusan lima tahun sekali.
Penjelasan ini diutarakan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah KH Haedar Nashir dan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Ketua DPW LDII DIY, Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. pun mufakat akan silaturahim kebangsaan ini, Senin (16/1/2023).

“Alhamdulillaah, pertemuan yang barokah untuk terus menjalin kerukunan, kekompakan, dan kerja sama yang baik. Umat Islam jangan sampai terpecah belah akibat pemilu 2024 yang akan datang. Untuk itu, LDII DIY tetap fokus pula mewujudkan 8 program pengabdian LDII untuk Bangsa Indonesia,” tegas Atus di sela-sela acara penggalangan dana guna pembangunan SMP LDII DIY.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, KH Haedar Nashir mengutarakan bahwa pada tahun politik seyogyanya Bangsa Indonesia bersanding damai dan bersatu. Pemilu seharusnya dapat diselenggarakan sesuai dengan konstitusi dan agenda yang ditetapkan. Muhammadiyah berharap, yang pertama dalam menyikapi perbedaan orientasi dan sikap politik, Bangsa Indonesia tetap menjaga persatuan bangsa dan ukhuwah sesama umat Islam. Harapan kedua, para penyelenggara pemilu, baik pemerintah, TNI/Polri, parpol, ormas, dan komponen bangsa lainnya sevisi dan berkomitmen sama demi kondusifnya tahun politik.
“Tanpa semangat kebersamaan, kita tidak kuat. Tapi kalau bersama kita kuat,” jelas Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.
Menurut Haedar, umat Islam supaya tidak kehabisan tenaga di tahun politik. Pemilu dirayakan lima tahun sekali, namun demikian umat Islam terus berkemajuan dan menjadi umat yang terbaik. Komitmen Muhammadiyah inilah yang mendapatkan titik temu dengan komitmen LDII. “Apa yang dilakukan LDII dan Muhammadiyah dalam silaturahim ini, ke depan akan ada langkah kerja sama yang lebih konkret. Kami akan berbuat yang produktif dan konstruktif untuk umat, bangsa dan negara,” kata KH. Haedar Nashir.
Dalam silaturahim ini, Ketua Umum DPP LDII KH. Chriswanto Santoso menganggap banyak persamaan antara Muhammadiyah dan LDII dalam menyikapi persoalan kebangsaan, pemerintahan, politik, ekonomi, dan pendidikan. “Kami bersilaturahim dan sowan ke PP Muhammadiyah untuk mengucapkan selamat atas Muktamar Muhammadiyah yang damai dan demokratis, yang dapat menjadi teladan bagi ormas Islam lainnya. Menurut LDII, suksesnya muktamar Muhammadiyah ini adalah contoh yang patut ditiru. Kenyataannya, semua berlangsung dengan baik. Muhammadiyah memberikan kontribusi bagi bangsa yang sangat jelas,” tuturnya.
KH. Chriswanto Santoso menambahkan, dalam dua pemilu terakhir, bangsa Indonesia terbelah akibat pilihan politik. LDII berpandangan bahwa pemilu diadakan setiap lima tahun sekali, sementara berdakwah dan membina umat ilaa yaumil qiyamah (hingga hari kiamat). “Jangan sampai yang lima tahun ini merusak yang hingga hari kiamat. Ormas Islam perlu sevisi dan persepsi untuk bersanding, bukan justru bersaing,” ajak KH. Chriswanto Santoso.
Mengakhiri silaturahim LDII di kantor PP Muhammadiyah ini, KH. Haedar Nashir mengucapkan terima kasih atas silaturahim yang dilakukan DPP LDII dengan PP Muhammadiyah. “Saya mengucapkan tahniyah atas langkah-langkah dan kerja LDII Pusat di bawah kepemimpinan KH Chriswanto Santoso,” pungkasnya.





