Muswil VII LDII DIY: Membangun SDM Indonesia dengan Teknologi Digital

  • Whatsapp
LDII DIY
Ketua Umum DPP LDII Ir. KH. Criswanto Santoso, M.Sc. memaparkan pentingnya meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia di Muswil LDII DIY, Minggu (26/9/2021).

Jogjakeren.com – Saat ini Indonesia memasuki era disrupsi yang ditandai dengan digital yang demikian canggihnya. Dalam kehidupan manusia, perkembangan digital sangat terasa terutama di bidang manufaktur dan industri.

Sehubung dengan itu, transformasi digital dirasa perlu untuk diperdayakan dalam segala bidang, tak terkecuali dalam ranah dakwah keislaman di Indonesia. Dengan transformasi digital, maka penyebarluasan paham keislaman khususnya yang berhaluan moderat akan jauh lebih efisien.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPW LDII DIY periode 2016-2021 Dr. H. Wahyudi, M.S. dalam Muswil VII LDII DIY yang diselenggarakan di Prime Plaza Hotel Jogjakarta, Minggu (26/9/2021). Muswil kali ini mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Emas Profesional Religius dan Berbudaya untuk Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta yang Maju dan Sejahtera”.

Gubernur DIY melalui sambutan tertulisnya menandaskan bahwa tema tersebut menunjukkan tekad yang selaras dengan visi pembangunan daerah DIY. Sri Sultan Hamengkubuwono X juga mendukung penyelanggaran muswil ini yang kehadirannya diwakilkan oleh Kepala Bino Bina Mental Spiritual Pemda DIY Djarot Margiantoro.

“Saya mewakili pemerintah daerah DIY menyambut baik dan mendukung Muswil VII LDII DIY. Semoga forum tertinggi bisa mengambil berbagai keputusan dengan bijak berlandaskan asas mufakat,” ujar Djarot membacakan sambutan tertulis Gubernur DIY.

Sementara Ketua Umum DPP LDII Ir. KH. Chriswanto Santoso, M.Sc. juga memaparkan bahwa dalam menyiapkan sumber daya manusia, Indonesia tidak perlu takut teknologi digital akan menghilangkan tenaga kerja. Namun, teknologi digital dapat membuka pikiran untuk menciptakan manufacturing baru.

“Kalau SDM tidak disiapkan, kekayaan Indonesia akan pindah ke bangsa lain. Maka dilakukan pembangunkan SDM agar bisa diolah oleh bangsa kita sendiri sehingga yang kaya adalah bangsa kita sendiri. Kita bukan anti asing, akan tetapi kita punya kewajiban menyiapkan SDM untuk mengelola kekayaan negara kita sendiri,” ucap Chriswanto.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *